36.9 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Salib Pra-SYD IV Tiba di Waimangura, OMK Didorong Jadi Misionaris Pengharapan

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula

WAIMANGURA, Gema Kawula – Udara dingin yang menyelimuti Waimangura, Selasa (3/3/2026) sore, tidak menyurutkan semangat puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Waimangura. Mereka menyambut kedatangan rombongan OMK dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Gollu Sapi yang mengarak Salib Pra-Sumba Youth Day (SYD) IV menuju gereja paroki setempat.

Pekikan adat Pakalaka dan Payawau yang bersahut-sahutan memecah kesunyian sepanjang jalan menuju gereja. Salib kayu yang diarak bersama menjadi simbol iman dan persatuan orang muda dalam rangkaian Ziarah Salib Pra-SYD IV.

Kegiatan ini merupakan agenda Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula dalam rangka menyongsong Sumba Youth Day IV. Ziarah dimulai dari Paroki St. Yoseph Pekerja Manola pada Senin (2/3/2026), kemudian berlanjut ke Paroki St. Fransiskus Xaverius Gollu Sapi, sebelum akhirnya tiba di Paroki Kristus Raja Waimangura.

Rombongan OMK dari Gollu Sapi tampil mengenakan busana adat serba hitam. Dengan penuh khidmat, mereka mengarak salib menuju gereja. Di pintu gerbang, rombongan disambut oleh Pastor Paroki Kristus Raja Waimangura, Pater Mateus Selan, CSsR, bersama Moderator OMK, Pater Yeris, CSsR, serta OMK tuan rumah dengan tarian adat khas Wewewa.

Pater Mateus Selan menyebut perjumpaan tersebut sebagai wujud persaudaraan antarparoki. “Mereka yang datang dari Gollu Sapi adalah anak-anak kita. Kita adalah ibu mereka,” ujarnya, menggambarkan kedekatan emosional yang terjalin.

Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi di gereja paroki. Misa dipimpin oleh Pater Yeris, CSsR, dan didampingi oleh Pater Mateus Selan, CSsR, bersama Rm. Rio Tolang, Pr., Rm. Ferdin Waku, Pr., dan Rm. Jefry Ghoba, Pr.

Dalam homilinya, Pater Yeris mengingatkan agar ziarah salib tidak berhenti pada euforia kebersamaan semata. Ia menegaskan bahwa kegiatan rohani harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan orang muda.

“Jika ziarah salib ini tidak membawa perubahan dalam diri orang muda, maka sia-sia apa yang kita jalankan,” tegasnya.

Sejalan dengan tema SYD IV, “Orang Muda Katolik Misionaris Pengharapan”, ia menekankan bahwa menjadi misionaris berarti berani belajar berbuat baik dan menghidupi Sabda Tuhan dalam tindakan konkret sehari-hari.

“Jangan menjadikan ziarah ini sekadar ikut ramai-ramai. Harus ada pembaruan diri, terutama dalam pelayanan di paroki, stasi, lingkungan, dan komunitas basis,” katanya.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula, Rm. Jegho, Pr., yang akrab disapa RJ, turut memberikan apresiasi atas antusiasme OMK. Namun ia kembali menekankan pentingnya dimensi doa pribadi dalam ziarah tersebut.

“Salib ini tidak berhenti pada acara seremonial di luar gereja dengan gong dan tambur. Inilah saatnya orang muda berziarah dan berdoa secara pribadi di depan salib SYD ini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kebersamaan di aula paroki. Para peserta menikmati hidangan pangan lokal khas Wewewa. Di tengah udara yang dingin, suasana kehangatan tercipta lewat percakapan dan canda para OMK.

Ziarah Salib Pra-SYD IV ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju puncak perayaan Sumba Youth Day IV yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Para peserta diharapkan tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga komitmen untuk menjadi saksi pengharapan di tengah Gereja dan masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article