KUPANG, Gema Kawula — Menjelang tahbisan diakon, sebanyak 30 frater tingkat VI Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui menjalani retret rohani di Wisma Oemathonis, Camplong, Kabupaten Kupang, pada 18–23 Mei 2026. Retret ini menjadi masa persiapan batin bagi para calon diakon sebelum menerima tahbisan dan memasuki pelayanan Gereja secara lebih mendalam.
Retret dipandu oleh Pater John Gualbert Salu, SVD dengan mengangkat tema “Menjadi Pelayan Kristus di Era Modern: Tantangan dan Harapan.” Tema tersebut menyoroti panggilan para calon diakon untuk tetap setia melayani di tengah perubahan zaman dan tantangan dunia modern.
Prosesi pelepasan peserta retret berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, di depan Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui. Acara itu dipimpin Prefek Teologan, RD. Oktovianus Naif, yang dalam arahannya menegaskan bahwa retret bukan sekadar kegiatan rutin menjelang tahbisan, melainkan ruang untuk memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan.
“Biarkanlah retret ini menjadi ruang sunyi untuk mendengarkan suara Tuhan dan meneguhkan panggilan pelayanan,” kata RD. Oktovianus.
Ia juga mengingatkan para frater agar menggunakan masa retret dengan sungguh-sungguh dengan meninggalkan sejenak kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan harian demi membangun keheningan batin dan kedekatan dengan Tuhan.
Usai doa dan pemberkatan, rombongan berangkat menuju Wisma Oemathonis pada pukul 12.40 WITA dan tiba sekitar pukul 14.00 WITA. Kedatangan mereka disambut oleh Pater John Salu, SVD bersama para Suster CB yang turut mendampingi jalannya retret.
Para calon diakon tersebut berasal dari tiga keuskupan, yakni 10 frater dari Keuskupan Agung Kupang, 15 frater dari Keuskupan Atambua, dan 5 frater dari Keuskupan Weetebula.
Melalui retret ini, para frater diharapkan semakin matang secara rohani, teguh dalam panggilan, serta siap menjadi pelayan Gereja yang setia dan relevan di tengah tantangan zaman.


