32.5 C
Sumba
Wednesday, May 27, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Para Seminaris Kelas XII Diutus Menjadi “Api Buana” di Tengah Dunia

Must read

SINAR BUANA, Gema Kawula — Perpisahan dan perutusan para siswa kelas XII Seminari Sinar Buana, Rabu (6/5/2026), berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur. Momen itu dirangkaikan dengan pemberkatan gedung dapur baru seminari sebagai simbol harapan dan keberlanjutan pembinaan calon imam di Keuskupan Weetebula.

Perayaan yang dipimpin oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR itu mengusung tema “Diberkati untuk melayani, diutus untuk menjadi berkat.” Ratusan umat menghadiri perayaan tersebut, mulai dari para imam, biarawan dan biarawati, seminaris, orang tua, alumni, hingga berbagai tamu undangan yang memadati kompleks Seminari Sinar Buana.

Suasana khidmat terasa sejak awal perayaan. Di tengah syukur atas berdirinya dapur baru seminari, acara perpisahan para siswa kelas XII menghadirkan nuansa emosional yang menyentuh banyak hadirin.

Mewakili rekan-rekannya, Obin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru dan formator yang selama bertahun-tahun mendampingi mereka menjalani proses pendidikan di seminari.

“Kalian telah menjadi pelita di tengah kebimbangan kami. Terima kasih karena tidak pernah menyerah pada kedegilan hati kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para formator bukan sekadar pengajar, melainkan orang tua dan “pemahat jiwa” yang membantu para seminaris menemukan nilai diri dan arah hidup mereka.

“Kalian melihat potensi saat kami sendiri melihat diri tidak berarti. Dedikasi kalian dalam mengayomi, mentransfer ilmu, dan membentuk karakter kami adalah bekal yang tak ternilai harganya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Seminari Sinar Buana RD. Kamilus Pantus, dalam pesannya mengingatkan para seminaris agar tetap menjaga identitas dan fondasi hidup yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di seminari.

“Anak-anakku yang saya kasihi, kalian telah meletakkan dasar yang kuat di seminari ini. Ke mana pun kalian melangkah setelah ini, baik yang melanjutkan pendidikan di seminari tinggi maupun ke universitas umum dan menjadi awam, jangan biarkan fondasi itu menjadi retak,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa identitas sebagai alumni Seminari Sinar Buana adalah bagian dari panggilan hidup yang harus dijaga dengan bangga dan jujur.

“Ingat bahwa menjadi alumni Sesibu adalah identitasmu seumur hidup. Tetaplah bercahaya, menjadi api buana di tengah dunia ini. Jagalah kekompakan kalian, tetap saling mendukung, dan rumah ini akan selalu terbuka ketika kalian datang menjenguk,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Uskup Weetebula mengajak seluruh seminaris agar Seminari Sinar Buana sungguh menjadi “sinar dunia” dan menghadirkan terang bagi banyak orang.

“Kita berbangga dan bergembira karena seminari kita ini makin lama makin mantap,” Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan para penderma yang terus mendukung keberlangsungan seminari. Menurutnya, dukungan keluarga dan umat menjadi kekuatan penting dalam menumbuhkan panggilan imam di Keuskupan Weetebula.

“Terima kasih kepada para orang tua yang telah hadir dan mendukung seminari ini. Tolong terus promosikan seminari agar semakin banyak anak-anak yang masuk seminari,” ujarnya.

Setelah rangkaian acara resmi selesai, suasana syukur berlanjut dalam makan bersama dan goyang bersama yang melibatkan para seminaris, formator, keluarga, dan tamu undangan. Tawa, pelukan, dan foto bersama mewarnai akhir perayaan, seolah menjadi penanda bahwa perjalanan para seminaris kelas XII memang berakhir di Seminari Sinar Buana, tetapi semangat dan nilai yang mereka terima akan terus hidup dalam langkah pengabdian mereka di tengah Gereja dan masyarakat.

Perpisahan itu bukan sekadar akhir masa pendidikan, melainkan awal dari sebuah perutusan: menjadi terang, menjadi berkat, dan tetap menjaga nyala “Api Buana” di mana pun mereka berada.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article