GOLLU SAPI, Gema Kawula – Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Gollu Sapi, Minggu, 17 Mei 2026, diperingati dengan seruan melawan penyakit gosip yang dinilai kian merusak relasi antarmanusia di tengah ledakan komunikasi digital.
Seruan itu disampaikan RD. Frederikus Mayolus Jefrigus Ghoba (RD. Jegho) saat memimpin Misa Minggu Paskah VII di gereja paroki setempat. Mantan Pastor Rekan Gollu Sapi yang kini melayani di Seminari Sinar Buana dan menjabat Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula itu kembali ke paroki lamanya untuk melayani umat.
Dalam homilinya, RD. Jegho mengatakan ancaman terbesar di era komunikasi modern bukan lagi wabah fisik, melainkan penyebaran gosip yang berlangsung cepat dan tanpa batas.
“Dosa atau penyakit yang paling cepat menyebar di dunia yang ramai ini bukan demam atau penyakit fisik, melainkan gosip. Ini penyakit sosial yang nyata,” katanya.
Mengacu pada Bacaan Pertama tentang para murid yang berkumpul dan berdoa bersama Maria setelah Yesus naik ke surga, ia mengajak umat membayangkan bagaimana situasi itu jika terjadi di zaman media sosial.
Dengan nada ringan, ia berkelakar mungkin Petrus akan membuat status WhatsApp bertuliskan, “Kecewa berat, Yesus sudah mati,” sementara Tomas menulis di Facebook, “Saya belum percaya sebelum melihat sendiri.” Candaan itu disambut tawa umat.
Namun, menurut RD. Jegho, yang terpenting dari kisah para murid bukan kepanikan atau saling menyalahkan, melainkan kemampuan mereka tetap bersatu dan menjadikan doa sebagai dasar komunikasi bersama.
Ia mengatakan komunikasi yang sehat harus dibangun di atas tiga hal: kebenaran, kasih, dan kebijaksanaan.
RD. Jegho juga mengajak umat memakai mulut, telinga, dan hati untuk Tuhan. Apa yang diucapkan dan didengar, kata dia, harus membawa kebaikan dan selaras dengan Injil.
“Komunikasi bukan hanya soal telinga mendengarkan dan mulut berbicara, tetapi pesan kebaikan itu harus dihayati di dalam hati,” ujarnya.
Menurut dia, teknologi dan media sosial akan menjadi sarana yang baik apabila dipakai untuk pewartaan Injil, mempererat persaudaraan, dan menyebarkan kebenaran demi persatuan Gereja.
Dalam misa itu, RD. Jegho juga mengajak Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Gollu Sapi terlibat aktif dalam Sumba Youth Day (SYD) IV yang akan berlangsung Juni mendatang di Dekenat Kodi.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi kaum muda untuk memperdalam iman, berbagi pengalaman, dan membangun semangat bersama bagi perkembangan Gereja Katolik di tanah Sumba.

