32.5 C
Sumba
Wednesday, May 27, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Sukacita Iman di Waimarama, 10 Anak Dibaptis dan 33 Anak Terima Komuni Pertama

Must read

WAIMARAMA, Gema Kawula — Sukacita memenuhi Paroki St. Yosep Waimarama, Minggu (10/5/2026), ketika 43 anak menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung meriah dan penuh khidmat. Momen itu menjadi tanda tumbuhnya iman keluarga-keluarga Katolik di paroki tersebut.

Sebanyak 43 anak menerima sakramen, terdiri atas 10 anak penerima Sakramen Baptis dan 33 anak penerima Komuni Pertama. Perayaan tersebut dihadiri umat Paroki St. Yosep Waimarama yang memadati gereja sejak pagi.

Dalam kata pengantarnya, RD. Yanto Tena mengungkapkan rasa syukur atas keterlibatan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka hingga menerima sakramen Gereja.

“Ada sukacita besar di paroki ini karena hari ini 43 anak diantar langsung oleh orang tua mereka ke gereja untuk menerima sakramen,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Ekaristi merupakan pusat kehidupan iman umat Kristiani. Menurutnya, semangat orang tua menghantar anak-anak mereka menerima Sakramen Baptis dan Komuni Pertama mencerminkan penghayatan iman yang hidup dalam keluarga.

“Ekaristi adalah puncak dan pusat dari doa-doa, pekerjaan, serta karya-karya kita di muka bumi,” ujarnya.

RD. Yanto menjelaskan, seluruh anak yang menerima Komuni Pertama telah dipersiapkan melalui katekese dan pendampingan selama lebih dari tiga bulan. Ia mengapresiasi dukungan orang tua dan wali yang terus membimbing anak-anak untuk terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

“Kita bersyukur dan bergembira bersama orang tua dan wali yang telah mendukung anak-anak agar tetap setia mengambil bagian dalam perayaan kurban Kristus,” katanya.

Dalam homilinya, RD. Yanto mengajak umat untuk hidup dalam kasih sebagaimana pesan Injil hari itu. Ia menekankan bahwa panggilan hidup Kristiani lahir dari kasih dan diwujudkan melalui ketaatan kepada Tuhan.

“Kita dipanggil untuk mengasihi. Panggilan itu lahir karena kasih,” ujarnya.

Ia juga mengatakan semangat anak-anak dalam menerima sakramen dapat menjadi teladan bagi orang tua dan umat.

“Anak-anak bisa menjadi khotbah yang hidup dan khotbah yang berjalan bagi kita orang tua,” kata RD. Yanto.

Menurut dia, penerimaan Sakramen Baptis dan Komuni Pertama bukan sekadar seremoni, melainkan harapan baru bagi Gereja, khususnya umat Paroki St. Yosep Waimarama, untuk terus bertumbuh dalam iman dan semakin mencintai Yesus Kristus.

Di akhir homilinya, RD. Yanto mengajak anak-anak yang telah menerima Komuni Pertama untuk tetap aktif dalam kegiatan pastoral paroki, seperti pembinaan rohani, doa bersama, bakti sosial, serta setia mengikuti Perayaan Ekaristi setiap hari Minggu.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article