WAIKAMBALA, Gema Kawula — Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekenat Kodi memanggul salib dari Paroki St. Yosep Waimarama menuju Kuasi Paroki St. Markus Waikambala, Senin (20/4/2026), dalam ziarah salib menyongsong Sumba Youth Day (SYD) IV Keuskupan Weetebula. Kegiatan yang berlangsung sejak 14 hingga 20 April itu menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan dan pengorbanan.
Ziarah salib yang melibatkan OMK dari berbagai paroki di wilayah Dekenat Kodi ini berawal dari Paroki St. Paulus Ande Ate dan berakhir di Waikambala. Sepanjang perjalanan, peserta berjalan kaki sambil berdoa dan memanggul salib, menegaskan iman sebagai perjumpaan pribadi dengan Kristus yang dihidupi dalam kebersamaan.
Puncak kegiatan ditandai dengan misa penerimaan salib yang dipimpin moderator OMK Kuasi Paroki St. Markus Waikambala, Romo Lukas Rode. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa Sumba Youth Day bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang pembinaan iman agar OMK sungguh menjadi misionaris harapan Gereja.
“Gereja tidak hanya melihat orang muda sebagai masa depan, tetapi juga sebagai masa kini. Karena itu, OMK harus berani mengambil langkah nyata dan menjadi jawaban bagi kehidupan Gereja,” ujarnya.
Dalam homilinya, Romo Lukas mengingatkan agar pengalaman iman ini tidak berhenti sebagai euforia sesaat, melainkan bertumbuh menuju kedewasaan iman.
“Jangan sampai sukacita hari ini menjadi pengkhianatan di kemudian hari. Biarlah ini menjadi jalan menuju iman yang lebih matang dan bijaksana,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk melihat keterlibatan OMK sebagai investasi iman jangka panjang. Menurutnya, Gereja akan tetap hidup jika kaum muda terus mengambil bagian dalam karya misioner.
“Kita sedang menanam benih untuk masa depan Gereja. Gereja yang hidup adalah Gereja yang orang mudanya bergerak,” tegasnya.
Perayaan ditutup dengan ajakan agar umat tidak hanya mencari berkat jasmani, tetapi juga berkat rohani melalui persekutuan dengan Kristus dalam Ekaristi.
Ziarah salib ini menjadi tanda bahwa OMK Kodi tidak hanya merayakan iman, tetapi juga menghidupinya dalam langkah nyata.


