32.5 C
Sumba
Wednesday, May 27, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Tuhan Tidak Pernah Diam”, Kesaksian Mama Aska Warnai Rekoleksi Ibu-Ibu Katedral

Must read

WEETEBULA, Gema Kawula — Kesaksian seorang ibu tentang kasih yang bertahan di tengah pergumulan menjadi pembuka yang menggugah dalam rekoleksi ibu-ibu Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan St. Paulus itu diikuti sekitar 150 peserta dan dihadiri para pengurus lingkungan, mulai dari ketua, wakil, hingga bendahara.

Rekoleksi diawali dengan sharing dari Ira, ibu dari seorang anak difabel bernama Aska. Dengan suara bergetar namun penuh iman, ia menegaskan bahwa panggilannya sebagai ibu bagi anak “istimewa” justru membukakan jalan untuk menemukan kasih dan rencana Tuhan.

“Ketika Tuhan memilih saya menjadi mama bagi anak istimewa, saya menemukan bahwa Tuhan tidak pernah diam,” ujarnya. Ia menceritakan bagaimana Tuhan bekerja melalui tangan dokter dan perawat, serta melalui doa keluarga, sehingga Aska dapat bertahan hidup hingga hari ini.

Bagi Ira, kebahagiaan kini tidak lagi diukur dari kesempurnaan, melainkan dari hal sederhana namun penuh makna. “Satu tahap baru yang membahagiakan adalah ketika Aska bisa memanggil saya: Mama,” katanya, disambut haru para peserta.

Ia pun mengajak para ibu untuk belajar dari Bunda Maria—tentang kasih, kesetiaan, dan ketekunan dalam merawat kehidupan yang dipercayakan Tuhan.

Setelah sesi sharing, kegiatan dilanjutkan dengan rekoleksi yang dibawakan RD Titus Djago bertema “Bunda Maria dalam Gereja Katolik.” Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang Bunda Maria agar umat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang bertentangan dengan iman Katolik.

Menurutnya, Bunda Maria bukan hanya sosok yang dihormati, tetapi juga teladan hidup beriman bagi setiap keluarga Katolik. Para ibu diajak meneladani kerendahan hati Maria, penyerahan diri kepada kehendak Tuhan, serta keberaniannya untuk tetap percaya bahkan dalam situasi yang sulit dipahami.

Ketua Lingkungan St. Paulus dalam sambutannya mengakui bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang menantang bagi pengurus. “Awalnya saya cukup cuek, tetapi akhirnya kami harus putar otak karena setelah misa masih ada rangkaian acara lain. Ini menuntut kami untuk memberi diri dan hati dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Namun ia bersyukur karena kebersamaan para ibu dan kerja sama dengan pengurus membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua Lingkungan, Bapa Ito, mengatakan rekoleksi tersebut membantu para ibu memahami makna kehadiran Bunda Maria dalam kehidupan keluarga. Sekaligus, kegiatan itu menjadi ajakan bagi ibu-ibu di lingkungan untuk meneladani sikap hidup Bunda Maria dalam keseharian.

Ia juga mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang hadir. Menurutnya, jumlah ibu-ibu yang mengikuti rekoleksi sangat banyak dan mereka menunjukkan semangat besar untuk kembali mengulangi serta mendalami materi yang telah disampaikan.

Kegiatan mencapai puncaknya dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Titus Djago bersama RD. Evan Riba. Dalam suasana khidmat, para peserta diajak memaknai kembali panggilan sebagai ibu dalam terang iman.

Rekoleksi malam itu meninggalkan kesan mendalam. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang melimpah serta kesiapan mereka untuk menghidupi kembali materi yang telah diterima.

Persatuan, doa, dan teladan Bunda Maria menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian kegiatan—sekaligus menjadi kekuatan bagi para ibu untuk terus setia dalam panggilan mereka di tengah keluarga dan Gereja.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article