WAINGAPU, Gema Kawula — Semangat pembinaan kaum muda terus digelorakan di wilayah Keuskupan Weetebula. Melalui kegiatan kick off dan retret pendamping Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekenat Waingapu di Aula Asrama Padadita, Jumat (8/5/2026), Gereja mulai menata langkah serius membangun pendampingan kaum muda yang lebih hidup dan berkelanjutan. Para pendamping pun diajak tidak hanya menjadi penggerak kegiatan, tetapi juga sahabat perjalanan iman bagi kaum muda.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA itu diikuti para pendamping OMK dari sejumlah paroki, yakni Paroki Sang Penebus Waingapu, Paroki Kambajawa, Kuasi Paroki Mondu, Paroki Melolo, Paroki Lewa, dan Paroki Ngallu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas pendampingan OMK di wilayah Dekenat Waingapu menjelang pelaksanaan Sumba Youth Day (SYD) IV.
Program itu merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Domus Cordis Indonesia dan Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula dalam rangka persiapan menuju SYD IV yang akan digelar pada 18–21 Juni 2026 di Kodi.
Dalam suasana reflektif dan penuh keakraban, peserta diajak menyadari pentingnya peran pendamping OMK di tengah dinamika kaum muda saat ini. Selama ini, pendampingan OMK kerap bertumpu pada pastor moderator. Namun, Gereja juga membutuhkan keterlibatan pendamping awam yang mampu hadir, mendengarkan, berjalan bersama, dan membangun relasi yang dekat dengan kaum muda.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang retret dan penyegaran rohani, tetapi juga wadah pembekalan bagi para pendamping agar semakin kreatif, inspiratif, dan berkualitas dalam mendampingi OMK. Para peserta mendapat motivasi untuk membangun komunitas OMK yang aktif, berani terlibat dalam kehidupan menggereja, serta mampu menjadi generasi muda Katolik yang tangguh dan penuh sukacita.
Melalui kegiatan itu, diharapkan lahir para pendamping yang tidak sekadar hadir saat kegiatan berlangsung, tetapi mampu menjadi teman seperjalanan bagi kaum muda dalam menghadapi pergumulan hidup dan pertumbuhan iman mereka.
Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menjadi tanda harapan baru bagi perkembangan OMK di Keuskupan Weetebula. Menjelang pelaksanaan SYD IV, semangat kebersamaan dan keterlibatan kaum muda pun semakin terasa hidup di berbagai paroki.


