KUPANG, Gema Kawula — Hidup panggilan imam tidak boleh berpusat pada popularitas, pujian, atau kepentingan diri. Pesan itu mengemuka dalam rekoleksi bulanan Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kupang, Sabtu (9/5/2026), yang mengajak para calon imam kembali menempatkan Kristus sebagai pusat hidup dan pelayanan.
Rekoleksi yang berlangsung di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui itu diikuti seluruh frater sebagai bagian dari pembinaan hidup rohani dan pendalaman panggilan imamat. Kegiatan tersebut dibawakan oleh RD. Herman Punda Panda dengan tema “Roh Kudus Tinggal Dalam Diri; Menepis Egosentris Memaknai Kristosentris”.
Dalam permenungannya, RD. Herman menegaskan bahwa seorang calon imam dipanggil untuk hidup dalam Roh Kebenaran agar mampu menjadi pewarta Kristus yang autentik. Ia mengingatkan bahwa pelayanan Gereja dapat kehilangan arah ketika seseorang lebih mengejar popularitas dan pengakuan pribadi daripada menghadirkan Kristus dalam hidup dan karya pastoralnya.
“Pelayanan harus tetap berpusat pada Kristus, bukan pada diri sendiri. Umat tidak hanya mendengar homili imam, tetapi juga membaca hidupnya,” kata RD. Herman di hadapan para frater.
Ia juga mengajak para frater merefleksikan pertanyaan mendasar tentang identitas pewartaan: “Siapakah yang sebenarnya saya wartakan?” Pertanyaan itu menjadi bahan refleksi agar para calon imam tetap menjaga semangat pelayanan yang Kristosentris dan tidak terjebak dalam sikap egosentris.
Menurut RD. Herman, Roh Kudus tidak hanya bekerja dalam kenyamanan, tetapi hadir di tengah kehidupan umat kecil, sederhana, dan mereka yang membutuhkan perhatian pastoral. Karena itu, hidup panggilan harus diwujudkan melalui kesediaan untuk melayani dengan rendah hati, tulus, dan setia.
Suasana rekoleksi berlangsung hening dan reflektif. Para frater diajak menyadari bahwa hidup panggilan tidak pertama-tama bertumpu pada kemampuan intelektual atau bakat pribadi, melainkan pada keterbukaan hati terhadap karya Allah yang menuntun pada pelayanan pastoral.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan sebagaimana ditegaskan dalam dokumen Pastores Dabo Vobis nomor 45, bahwa pembinaan calon imam merupakan karya Roh Kudus yang membawa seseorang masuk ke dalam persekutuan mendalam dengan Yesus Kristus Sang Gembala Baik.
Melalui rekoleksi bulan Mei ini, komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui diharapkan semakin bertumbuh menjadi komunitas yang hidup dalam Roh Kebenaran dan mampu menghadirkan kesaksian Kristiani yang nyata bagi Gereja dan masyarakat.
Rekoleksi dilanjutkan dengan sharing bersama setelah Perayaan Ekaristi pada Minggu dan ditutup dengan Adorasi Sakramen Mahakudus.


