Karuni, Gema Kawula – Perjalanan panjang Salib Pra–Sumba Youth Day (SYD) IV akhirnya mencapai titik perhentian terakhir di tingkat dekenat. Pada Kamis sore, 12 Maret 2026, Paroki St. Dominikus de Guzman Karuni menjadi saksi penutupan estafet iman yang selama beberapa pekan terakhir berziarah dari satu paroki ke paroki lain di Dekenat Weetebula.
Salib Pra-SYD IV diantar dari Paroki St. Arnoldus Jansen Tambolaka dan disambut dengan penuh sukacita oleh umat Paroki Karuni. Iringan tambur, pekikan adat Pakalaka dan Payawau, serta tarian tradisional menghidupkan suasana penyambutan.
Namun, kemeriahan itu perlahan berganti menjadi suasana yang khidmat. Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) bersama umat dari berbagai kelompok berjalan dalam prosesi doa menuju Gereja St. Dominikus de Guzman Karuni. Tidak ada hiruk-pikuk yang berlebihan, melainkan langkah-langkah tenang yang diiringi doa dan nyanyian rohani, menandai ziarah iman yang sarat makna.
Cuaca yang teduh sepanjang perjalanan dari Tambolaka menuju Karuni turut mendukung kelancaran ziarah Salib Pra-SYD IV. Rombongan peziarah berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan hingga tiba di Gereja St. Dominikus de Guzman Karuni.
Sesampainya di gereja, Salib Pra-SYD IV ditahtakan dengan penuh hormat dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Lam, CSsR. Dalam homilinya, ia mengajak kaum muda untuk memiliki keberanian dalam menentukan pilihan hidup.
“Sebagai orang muda, kita dipanggil untuk membangun komitmen dan setia pada pilihan yang telah diambil,” tegasnya.
Selaras dengan tema “Orang Muda Katolik Misionaris Pengharapan,” Pater Lam menantang kaum muda agar berani keluar dari zona nyaman dan hadir bagi mereka yang miskin serta tersingkirkan.
“Belajarlah dari Kristus yang taat sampai wafat. Pilihlah salib, karena di sanalah keselamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula, Rm. Jefry Ghoba, Pr., menyikan apresiasi atas antusiasme umat dan Pastor Paroki Karuni dalam menyambut ziarah salib tersebut. ampaIa menegaskan bahwa persinggahan di Karuni menjadi masa jeda sebelum rangkaian kegiatan yang lebih besar.
Romo Jegho juga mengumumkan bahwa Salib Pra-SYD IV akan kembali dibawa dalam Ziarah Salib Dekenat Weetebula pada 20 Maret mendatang menuju Pakamandara. Ia mengajak umat untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan berziarah secara pribadi di hadapan salib.
“Bawalah seluruh beban hidup, suka dan duka, ke bawah kaki salib Yesus,” ujarnya.
Di tengah berbagai ketidakpastian dunia saat ini, ia mengingatkan umat agar tetap hidup dalam pengharapan yang bersumber dari salib Kristus.


