29.1 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Lokakarya dan Kick Off Program Pemberdayaan Kesehatan dan Nutrisi Terpadu (SHINE) 2026

Must read

Mangganipi, Gema Kawula – Upaya peningkatan kesehatan melalui bantuan nutrisi bagi masyarakat terus dilakukan sebagai bentuk pembangunan manusia berkelanjutan oleh Caritas Indonesia dalam kerja sama dengan Caritas PSE Keuskupan Weetebula. Program kesehatan ini telah memasuki tahun ketiga dengan berbagai desain kegiatan strategis yang memberi dampak konstruktif bagi masyarakat. Pada tahun ketiga ini, Caritas PSE Keuskupan Weetebula akan melanjutkan beberapa program kegiatan, yaitu penyediaan akses air bersih yang belum terselesaikan pada tahun kedua, pembangunan 84 unit jamban bersih yang tersebar di 21 titik, serta pendampingan kelompok tani di setiap lokasi sumur bor guna mendukung pemanfaatan sumber air secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Caritas PSE Keuskupan Weetebula bersama Caritas Indonesia menyelenggarakan, “Lokakarya dan Kick Off Program Pemberdayaan Kesehatan dan Nutrisi Terpadu (Sumba Health and Integrated Nutrition Empowerment) SHINE 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada, Kamis, 12 Maret 2026 di Kuasi Paroki St. Yakobus Mangganipi. Peserta kegiatan ini berjumlah 35 orang yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, lembaga Gereja Keuskupan Weetebula dan Caritas Indonesia, organisasi masyarakat dan mitra pendukung lainnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama di antara berbagai pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan dan nutrisi secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. Ketua Komisi Caritas PSE Keuskupan Weetebula, Pater Agus Waluyo, CSsR, menyampaikan bahwa program kesehatan dan nutrisi ini telah dilaksanakan selama dua tahun dan kini memasuki tahun ketiga. “Kami berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, atas kelancaran berbagai program kegiatan kesehatan bagi masyarakat. Caritas PSE akan terus bekerja sama serta berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten ini,” ungkap Pater Agus.

Kehadiran Caritas Indonesia dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan wujud dari semangat cinta dan berbelarasa kepada mereka yang lemah dan terpinggirkan. Mgr. Aloysius Sudarso, wakil ketua pembina Caritas Indonesia, turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Kehadiran semua pihak diharapkan menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah ini. Program ini dirancang untuk memancarkan sukacita, memperkuat kerja sama, serta memastikan keberlanjutan upaya yang telah dilakukan bersama,” tegas Mgr. Aloysius. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus mendukung dan berperan aktif dalam melanjutkan program ini agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan nutrisi masyarakat.

Pelayanan kesehatan dan nutrisi bagi masyarakat ini juga tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. Melalui kegiatan lokakarya ini, Pemerintah Daerah memberikan apresiasi serta dukungan kepada pihak Caritas Indonesia dan Keuskupan Weetebula yang telah berjuang melaksanakan program ini demi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P., menyatakan, “Peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta pendekatan yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.” Ia juga menilai bahwa dukungan dari pihak Gereja sangat membantu, terutama dalam upaya edukasi dan penanganan kesehatan yang mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini diharapkan lahir berbagai inovasi yang dapat meningkatkan gizi keluarga dan kesehatan anak.

Keuskupan Weetebula sebagai penerima manfaat dari program pelayanan nutrisi dan kesehatan ini berharap tercipta peningkatan kualitas hidup masyarakat yang lebih signifikan. Mgr. Edmund Woga, CSsR, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Caritas Indonesia yang telah merespons secara konkret kebutuhan Keuskupan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani. Dalam sambutannya, ia menegaskan, “Selama dua tahun pelaksanaan program ini diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Walaupun program ini berasal dari Gereja Katolik namun kegiatan ini juga melibatkan masyarakat lintas agama karena persoalan kesehatan dan stunting merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Mgr. Edmund Woga, CSsR.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Sumba Health and Integrated Nutrition Empowerment (SHINE) 2026, yang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan Program SHINE 2026. Program kesehatan dan nutrisi ini dimaksudkan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya secara khusus di wilayah Kecamatan Kodi Utara. Melalui kerja sama ini diharapkan tercipta peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Kontributor:
RD. Renald Sakeng.
Pastor Rekan Kuasi Paroki St. Yakobus Mangganipi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article