Matawoga, Gema Kawula – Caritas Indonesia bersama Caritas PSE Keuskupan Weetebula secara resmi meluncurkan Program Sumba Health and Integrated Nutrition Empowerment (SHINE) 2026 melalui kegiatan lokakarya dan kick off yang berlangsung di Kantor Desa Matawoga, Kabupaten Sumba Tengah, Rabu (11/3/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan nutrisi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan anak usia dini.
Peluncuran program ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Gereja, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan dan gizi di Sumba Tengah, sekaligus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Tengah, lembaga Gereja Keuskupan Weetebula, Caritas Indonesia serta perwakilan masyarakat setempat.
Direktur Caritas PSE Keuskupan Weetebula, Pater Agustinus Waluyo Abubakar, CSsR, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program SHINE merupakan bagian dari mandat pelayanan kemanusiaan Gereja melalui Caritas. Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kesehatan dan nutrisi yang terintegrasi, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Pater Agustinus juga mengungkapkan bahwa program serupa telah dijalankan selama empat tahun terakhir di Kabupaten Sumba Barat Daya dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk memperluas pelayanan di Kabupaten Sumba Tengah.
“Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat desa,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, program ini disusun berdasarkan hasil survei awal (baseline survey) yang memberikan gambaran nyata tentang kondisi kesehatan dan gizi masyarakat setempat.
“Data ini menjadi dasar penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan situasi lokal,” ujarnya.
Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, dalam sambutannya menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan nutrisi anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat.
“Jika anak-anak tidak dipersiapkan sejak dini melalui kesehatan dan gizi yang baik, maka kita akan menghadapi tantangan besar di masa depan,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar paroki-paroki turut terlibat melalui pendekatan pastoral dalam membantu masyarakat memperbaiki kualitas hidup dan membangun generasi yang sehat.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka, menyampaikan bahwa program SHINE sangat sejalan dengan agenda pemerintah daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas gizi bagi ibu hamil dan anak-anak.
Ia menyoroti bahwa persoalan kesehatan dan nutrisi sejak usia dini memiliki dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Kerja sama antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan seperti Caritas sangat penting dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat di daerah,” katanya.
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program, kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan gong yang menandai Kick Off Program SHINE 2026 di Kabupaten Sumba Tengah.
Melalui program ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, Gereja, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan nutrisi masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak sebagai generasi masa depan Sumba Tengah.


