32.5 C
Sumba
Thursday, May 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Kick Off dan Retret Pendamping OMK Kodi, Langkah Serius Benahi Pembinaan Kaum Muda

Must read

WAIPADI, Gema Kawula — Kick off dan retret pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Dekenat Kodi digelar di Stasi Waipadi, Selasa (5/5/2026), menandai langkah serius Gereja membangun sistem pendampingan kaum muda yang tidak lagi sporadis, melainkan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini diinisiasi di tingkat dekenat dan diikuti lima pendamping OMK serta para moderator OMK dari paroki-paroki di wilayah Dekenat Kodi. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Tim Domus Cordis melalui empat sesi utama yang memadukan refleksi, pembekalan, doa, dan praktik pendampingan.

Pada sesi pertama, Christian Pradana mengajak peserta melihat secara jernih realitas OMK di Keuskupan Weetebula. Ia menyoroti belum adanya pendamping tetap di sejumlah wilayah serta lemahnya kesinambungan pendampingan sebagai tantangan utama. “Pendampingan OMK tidak bisa berjalan sporadis. Harus ada arah yang jelas dan komitmen yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi kedua diisi oleh Angela Kristina yang membawakan materi tentang tiga peran utama pendamping OMK, yakni sebagai teladan iman, pelayan relasi, dan pengajar iman. Ia menekankan bahwa kualitas pribadi dan kedalaman spiritualitas menjadi fondasi penting dalam membina kaum muda. “Pendamping bukan sekadar hadir, tetapi menjadi saksi hidup bagi OMK,” katanya.

Memasuki sesi ketiga, peserta diajak memperdalam dimensi rohani dalam pendampingan. Melalui refleksi yang dipandu Christian, para peserta diarahkan untuk semakin mengandalkan bimbingan Roh Kudus dalam karya pelayanan. Sesi ini diperdalam dengan doa bersama, ketika para romo moderator OMK mendoakan setiap pendamping sebagai bentuk penguatan sebelum mereka diutus.

Sesi keempat diisi oleh Robertus Kristianto melalui workshop yang membahas praktik membangun pertemuan rutin antara pendamping dan OMK. Ia memberikan panduan konkret agar proses pendampingan berjalan secara terstruktur, konsisten, dan menyentuh kebutuhan nyata kaum muda.

Selain pembekalan, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian informasi terkait Sumba Youth Day IV oleh Ketua Komisi Kepemudaan, RD Jefri Ghoba, Pr. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kerja sama dengan Tim Domus Cordis agar pelaksanaan SYD IV tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam pendampingan nyata di paroki-paroki.

“SYD harus menjadi titik awal, bukan akhir. Pendampingan setelah kegiatan justru menjadi kunci,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin RD Jefri Ghoba, Pr, dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, para pendamping OMK diharapkan membawa semangat baru sekaligus komitmen bersama untuk membangun pendampingan yang lebih hidup, terarah, dan berkelanjutan di Keuskupan Weetebula.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article