32.6 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Salib Pra SYD IV Tiba di Kererobbo, OMK Diteguhkan Menjadi Pembawa Harapan

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula

Kererobbo, Gema Kawula – Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) bersama umat Paroki Hati Kudus Yesus Weekombak mengarak Salib Pra–Sumba Youth Day (SYD) IV menuju Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo, Senin, 9 Maret 2026. Perarakan ini melanjutkan kembali ziarah salib setelah jeda selama tiga hari.

Perarakan berlangsung meriah dengan pekikan adat Payawau dan Pakalaka yang menggema sepanjang perjalanan. Umat dari berbagai kelompok—mulai dari anak-anak, OMK, hingga orang dewasa—turut ambil bagian dalam ziarah iman tersebut.

Tepat pukul 15.30 WITA, rombongan pengantar salib dari Paroki Hati Kudus Yesus Weekombak tiba di pelataran Cabang Roo Luwa. Kedatangan mereka disambut Pastor Paroki Pater Jais Bora, O.Carm, bersama para pastor rekan, Orang Muda Katolik, serta umat Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo.

Prosesi penyambutan diawali dengan pengalungan kain adat sebagai simbol penghormatan bagi para peziarah dan bagi Salib Kristus yang diarak. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pemberkatan, sebelum salib diarak menuju gereja paroki untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Rian, O.Carm, selaku Moderator OMK, didampingi tujuh imam lainnya. Dalam kata pengantar pembukaan, Pater Rian mengingatkan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk pembaruan komitmen untuk mengikuti Kristus.

“Langkah kaki kita sore ini adalah tanda bahwa kita ingin terus berjalan bersama Kristus,” ujarnya.

Dalam homilinya, Pater Jais Bora, O.Carm menegaskan bahwa salib merupakan pusat identitas iman umat Katolik.

“Salib adalah dasar identitas kekatolikan dan sumber kekuatan kita. Sebagai orang Katolik, kita tidak perlu malu bersaksi tentang iman kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak kaum muda agar ziarah ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan generasi pelayan yang siap merangkul sesama, terutama mereka yang terluka dan membutuhkan pengharapan.

Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Weetebula, Rm. Jefry Ghoba, Pr., yang akrab disapa Romo Jegho, mengingatkan agar antusiasme OMK tidak berhenti pada euforia kegiatan semata.

“Keberadaan salib ini bukan tontonan. Ini adalah proses berjalan bersama penderitaan Kristus,” ujarnya.

Menurutnya, kaum muda Sumba saat ini menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian hidup. Karena itu, salib harus menjadi model ketaatan sekaligus sumber harapan bagi kaum muda.

Ia juga mendorong OMK untuk terlibat lebih aktif dalam karya-karya kerasulan di paroki masing-masing sebagai persiapan menuju puncak Sumba Youth Day IV yang akan berlangsung pada Juni mendatang.

Ziarah Salib Pra-SYD IV di Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo menegaskan bahwa perjalanan salib ini bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah perjalanan iman yang mengajak kaum muda untuk semakin mendekatkan diri kepada Kristus serta menjadi pembawa kabar sukacita Injil di tengah masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article