29.9 C
Sumba
Monday, October 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

RATUSAN ANAK DAN UMAT MERIAHKAN LOMBA BKSN DAN BULAN MISI DEKENAT WEETEBULA

Must read

WAIMANGURRA, GEMA KAWULA — Ratusan anak, remaja, orang muda, keluarga, guru agama, pembina umat, dan para pendamping dari sembilan paroki se-Dekenat Weetebula berkumpul dalam semangat yang sama: merayakan Sabda Allah, mengembangkan talenta, dan mempererat persaudaraan dalam satu perutusan Gereja.

Semangat itu terangkum dalam tema “One in Christ, United in Mission” yang menjadi tema Lomba Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dan Bulan Misi Tingkat Dekenat Weetebula. Kegiatan ini dipusatkan di Paroki Kristus Raja Waimangurra dan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026.

Tema “One in Christ, United in Mission” yang berarti “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” menegaskan bahwa keberagaman peserta dari berbagai paroki bukanlah alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, seluruh umat dipanggil untuk menemukan persatuan dalam Kristus dan bersama-sama mengambil bagian dalam tugas perutusan Gereja.

Semangat itu tampak dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok usia dan unsur umat. Mereka datang dengan kemampuan dan latar belakang masing-masing, tetapi berada dalam satu ruang yang sama untuk belajar, berkompetisi secara sehat, dan membangun persaudaraan.

Lomba BKSN dan Bulan Misi ini diikuti oleh sembilan paroki di wilayah Dekenat Weetebula. Ratusan peserta hadir bersama para pendamping. Orang tua dan para pastor paroki juga turut hadir memberikan dukungan, membuat suasana kegiatan semakin hidup.

Sejak pembukaan, antusiasme peserta sudah terasa. Anak-anak tampil penuh keberanian, para pendamping memberi semangat, sementara dukungan orang tua dan umat menjadi energi tersendiri bagi setiap peserta yang mengambil bagian.

Kegiatan ini tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, lomba menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap Kitab Suci, khususnya semangat untuk membaca, mengenal, dan menghayati Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak dan orang muda Katolik untuk mengenali serta mengembangkan bakat dan talenta yang mereka miliki.

Berbagai kategori perlombaan disiapkan untuk menjangkau seluruh kelompok usia dan unsur umat. Mulai dari jenjang TK, anak-anak SD dan SMP melalui SEKAMI, para remaja SMA atau TARUK, Orang Muda Katolik (OMK), keluarga, Pembina Umat, Guru Agama, hingga para pembina SEKAMI.

Dengan kategori yang beragam tersebut, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar perlombaan anak-anak. Seluruh umat mendapat kesempatan untuk mengambil bagian. Ada yang tampil sebagai peserta, ada yang mendampingi, ada yang memberi dukungan, dan ada pula yang hadir sebagai bagian dari komunitas yang merayakan iman bersama.

Kegiatan dibuka oleh Pater Deken Dekenat Weetebula, P. Ferdinandus Ganti, SVD. Dalam sambutannya, P. Ferdinandus mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan membangun persaudaraan sekaligus mengembangkan bakat dan talenta.

Ia menegaskan bahwa hasil perlombaan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Kamu semua adalah juara,” ujar P. Ferdinandus kepada seluruh peserta.

Pesan tersebut menjadi peneguhan bahwa setiap peserta telah memberikan sesuatu yang berharga ketika mereka berani tampil, belajar, berproses, dan mengambil bagian dalam kegiatan bersama.

Semangat itu kemudian semakin terasa ketika Ketua Panitia Penyelenggara, P. Yeremias T. V. D. Ujan, CSsR, membuka suasana dengan sebuah pertanyaan sederhana.

“Siap bertanding?”

“Siap!”

Jawaban serempak para peserta menggema penuh semangat.

Sorakan tersebut menjadi gambaran suasana kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Ada kegembiraan, ketegangan sebelum tampil, dukungan dari para pendamping, serta kebersamaan yang terbangun di antara peserta dari berbagai paroki.

Di balik seluruh kemeriahan itu, ada pesan yang hendak ditanamkan: Kitab Suci tidak cukup hanya dibaca, tetapi perlu dikenal, direnungkan, dan dihidupi. Demikian pula misi Gereja tidak dapat dijalankan seorang diri.

“One in Christ, United in Mission” mengingatkan bahwa ketika umat berakar dalam Kristus, perbedaan usia, paroki, kemampuan, dan latar belakang tidak menjadi sekat. Semuanya dapat dipersatukan dalam satu tugas: menghadirkan kasih Kristus dan mengambil bagian dalam perutusan Gereja.

Karena itu, Waimangurra selama dua hari bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah perlombaan. Tempat itu menjadi ruang perjumpaan sembilan paroki, tempat anak-anak dan orang muda menemukan keberanian, para pendamping berbagi semangat, keluarga memberikan dukungan, dan umat merayakan iman dalam kebersamaan.

Dari sana, pesan tema kegiatan menemukan bentuknya dalam pengalaman nyata: satu dalam Kristus, bersatu dalam misi.

Sebab pada akhirnya, yang dibawa pulang bukan hanya piala atau penghargaan. Ada persaudaraan yang semakin erat, talenta yang semakin berkembang, kecintaan terhadap Kitab Suci yang semakin tumbuh, dan semangat untuk melanjutkan perutusan sebagai satu keluarga besar umat Katolik di Dekenat Weetebula.

Dan di tengah seluruh kompetisi itu, kalimat P. Ferdinandus kembali menemukan maknanya:

“Kamu semua adalah juara.”

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article