29.9 C
Sumba
Monday, October 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

RABU PEKAN BIASA XXIII – Santo Petrus Klaver Beato Frederik Ozanam – Warna Liturgi: Hijau

Must read

RABU PEKAN BIASA XXIII
Santo Petrus Klaver
Beato Frederik Ozanam
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Korintus 7:25-31
Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, mengenai para gadis aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercaya berkat rahmat yang telah kuterima dari Tuhan. Aku berpendapat bahwa mengingat zaman darurat sekarang ini baiklah orang tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang. Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kalian dari kesusahan itu.

Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan: “Waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini: mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 45:11-12.14-17 – Refren:11a
Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  • Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti; mereka akan kauangkat menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil – Lukas 6:23ab
Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

Bacaan Injil – Lukas 6:20-26
Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Pada waktu itu, Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kebahagiaan yang Tidak Berlalu

Saudara-saudari terkasih, setiap orang tentu ingin hidup bahagia. Karena itu, kita bekerja, membangun keluarga, mencari penghasilan, dan berusaha memperoleh kehidupan yang lebih baik. Semua itu baik dan penting. Namun, sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan sekarang tanpa kehilangan arah menuju kehidupan kekal.

Dalam bacaan pertama, Santo Paulus berkata bahwa waktu ini singkat dan dunia yang kita kenal sedang berlalu. Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa perkawinan, pekerjaan, kesedihan, kegembiraan, ataupun harta benda itu buruk. Ia mengingatkan agar semua itu tidak mengambil alih seluruh hati kita. Kita boleh memiliki, tetapi jangan sampai diperbudak oleh apa yang kita miliki. Kita boleh menikmati kegembiraan, tetapi jangan melupakan Tuhan. Kita boleh mengalami kesedihan, tetapi jangan kehilangan harapan.

Injil hari ini memperlihatkan ukuran kebahagiaan yang berbeda dari ukuran dunia. Yesus berkata, “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” Sebaliknya, Yesus menyampaikan peringatan kepada mereka yang kaya, kenyang, tertawa, dan dipuji banyak orang.

Yesus bukan sedang memuliakan kemiskinan atau melarang manusia menikmati hidup. Ia memperingatkan kita terhadap hati yang merasa sudah cukup tanpa Tuhan. Kekayaan menjadi berbahaya ketika membuat kita sombong, tidak peduli, dan menutup mata terhadap penderitaan sesama. Kenyamanan menjadi jebakan apabila membuat kita tidak lagi membutuhkan Tuhan dan tidak mau berbagi dengan orang lain.

Orang miskin yang dimaksudkan Yesus adalah mereka yang sadar bahwa hidupnya bergantung pada Tuhan. Mereka mungkin memiliki sedikit, tetapi tetap percaya. Mereka menangis, tetapi tidak kehilangan harapan. Mereka mengalami penolakan, tetapi tetap setia kepada kebenaran. Di dalam kelemahan, mereka membuka hati kepada pertolongan Allah.

Sabda ini mengajak kita bertanya: Di manakah kita meletakkan kebahagiaan? Apakah kebahagiaan kita bergantung pada uang, jabatan, pujian, dan kenyamanan? Apakah kita mudah kehilangan damai ketika tidak dihargai atau ketika keinginan kita tidak terpenuhi?

Kebahagiaan sejati bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan hidup bersama Tuhan di tengah segala keadaan. Orang yang memiliki Tuhan mungkin masih menangis, tetapi tidak kehilangan pengharapan. Ia mungkin berkekurangan, tetapi hatinya tetap kaya oleh kasih. Ia mungkin tidak dipuji manusia, tetapi hidupnya berkenan di hadapan Allah.

Marilah kita menggunakan segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita dengan bijaksana. Ketika memiliki rezeki, kita berbagi. Ketika mengalami kegembiraan, kita bersyukur. Ketika menghadapi kesedihan, kita tetap berharap. Sebab dunia ini sedang berlalu, tetapi kasih dan Kerajaan Allah tidak akan pernah berakhir.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article