MELOLO, Gema Kawula — Biarawan dan biarawati Dekenat Waingapu, Keuskupan Weetebula, berkumpul dalam pertemuan dekenat di Paroki St. Hendrikus Melolo, Senin (5/4/2026), untuk menyatukan arah pelayanan sekaligus menegaskan satu hal mendasar: pelayanan Gereja tak boleh kehilangan kasih.
Pertemuan dekenat ini tidak sekadar menjadi ruang koordinasi, tetapi juga momentum pembaruan semangat. Tiga agenda utama dibahas, yakni rekoleksi bersama, sosialisasi bahan perlombaan Bulan Misi tingkat keuskupan 2026 oleh Tim Pusat Pastoral (Puspas), serta sosialisasi persiapan Sumba Youth Day (SYD) IV oleh panitia di wilayah dekenat.
Rekoleksi yang membuka pertemuan dibawakan oleh Sr. Maria Rainalda, PRR, dengan tema “Aku Telah Mengasihi Engkau.” Mengambil inspirasi dari film “Sr. Yohana,” ia menegaskan bahwa pelayanan tidak boleh kehilangan dasar utamanya, yakni kasih. “Kasih itu bukan hanya dirasakan, tetapi harus dibagikan dalam tindakan nyata,” pesannya, seraya mengingatkan bahwa kesetiaan dalam panggilan sering diuji dalam hal-hal sederhana.
Dari refleksi itu, pertemuan bergerak ke agenda yang lebih konkret. Panitia SYD IV menyoroti pentingnya dukungan seluruh paroki dalam Ziarah Salib Pra-SYD, yang menjadi bagian dari proses pembinaan iman orang muda. Mereka menegaskan bahwa keterlibatan umat di tingkat basis akan menentukan hidup tidaknya semangat SYD di lapangan.
Sementara itu, sosialisasi bahan perlombaan Bulan Misi 2026 oleh Tim Puspas memantik diskusi. Sejumlah peserta meminta agar materi yang telah dipaparkan menjadi acuan tetap dalam pelaksanaan di paroki, guna menghindari perbedaan tafsir dan memastikan arah pastoral berjalan seirama.
Sepanjang pertemuan, suasana persaudaraan terasa kuat. Diskusi berlangsung terbuka, namun tetap mengarah pada satu tujuan: pelayanan yang lebih terarah dan berdampak.
Pertemuan ditutup dengan santap siang bersama sebelum para peserta kembali ke tempat tugas masing-masing, membawa semangat baru dalam pelayanan.


