29.9 C
Sumba
Monday, October 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Dua Dekade Legio Maria Weetebula, Bersama Maria untuk Yesus

Must read

WEETEBULA, GEMA KAWULA – Dua puluh tahun perjalanan Legio Maria di Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula dirayakan dalam suasana penuh syukur dan sukacita. Puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 Legio Maria berlangsung pada Senin, 7 September 2026, dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula.

Perayaan syukur tersebut dipimpin oleh Rm. Yohanes Emanuel Lezo, Pr, yang akrab disapa Rm. Yoman. Kehadiran Rm. Yoman dalam perayaan ini memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar Legio Maria Weetebula. Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Gollu Sapi ini pernah menjalani masa pelayanan sebagai imam muda di Paroki Weetebula dan pada masa itu turut mendampingi kelompok Legio Maria.

Turut berkonselebrasi dalam Perayaan Ekaristi tersebut Rm. Athanasius Ndate, Pr, selaku Pembimbing Rohani Kuria, Rm. Louis Keban, Pr, Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, bersama para pastor rekan, Rm. Evan Riba, Pr dan Rm. Tibur Mari. Seluruh anggota Legio Maria turut hadir dan mengambil bagian dalam perayaan syukur dua dekade perjalanan karya kerasulan tersebut.

Dalam homilinya, Rm. Yoman mengajak seluruh legioner untuk kembali menimba semangat dari pribadi Bunda Maria. Menjadi anggota Legio Maria, menurutnya, bukan sekadar menjalankan kegiatan organisasi atau memenuhi tugas-tugas rutin, tetapi merupakan panggilan untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

“Legio ada di dunia, tetapi mesti melampaui dunia dalam menjalankan tugas kerasulan, untuk menjadi garam dan terang dunia,” tegas Rm. Yoman.

Tantangan zaman, lanjutnya, menuntut para legioner untuk tidak berhenti pada bentuk-bentuk lahiriah kehidupan beriman. Ia mengingatkan bahwa Yesus sendiri hadir untuk membongkar cara pandang yang terlalu sempit dan formalistis dalam menghayati hukum.

“Yesus membongkar formalisme sempit dalam menghayati hukum. Tindakan belas kasih Yesus melampaui hal yang dianggap biasa,” ungkapnya.

Karena itu, semangat kerasulan Legio Maria juga harus diwujudkan dalam keberanian untuk menghadirkan kasih dan belas kasih secara nyata. Iman, doa dan devosi harus mendorong para legioner untuk semakin peka terhadap sesama dan berani hadir di tengah mereka yang membutuhkan.

Rm. Yoman juga menegaskan bahwa seluruh kehidupan devosi harus menemukan sumber dan puncaknya dalam Ekaristi. Kedekatan dengan Bunda Maria, menurutnya, harus selalu mengantar umat semakin dekat kepada Yesus Kristus.

Puncak perayaan 20 tahun Legio Maria kali ini juga mencatat sebuah momentum penting bagi perjalanan Legio Maria di Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula. Pada perayaan tersebut, secara resmi terbentuk Legio Maria Junior.

Kehadiran kelompok Legio Junior menjadi tanda bahwa semangat kerasulan yang telah tumbuh selama dua dekade tidak berhenti pada generasi sebelumnya. Sebaliknya, semangat itu kini mulai diteruskan kepada generasi yang lebih muda, agar mereka sejak dini belajar mengenal, mencintai dan meneladani Bunda Maria dalam mengikuti Yesus Kristus.

Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, Rm. Louis Keban, Pr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Legio Maria sebagai bagian penting dari kehidupan dan karya pastoral paroki.

“Atas nama Dewan Pastoral Paroki, saya mengucapkan selamat dan proficiat untuk para legioner semuanya. Terima kasih untuk karya baik Anda, dalam doa dan karya nyata seperti mengunjungi orang sakit, misalnya,” ujar Rm. Louis.

Ia menilai bahwa karya kerasulan Legio Maria telah menjadi salah satu bentuk pelayanan nyata yang memperkaya kehidupan umat. Namun, seiring bertambahnya usia Legio Maria di Paroki Weetebula, Rm. Louis mengingatkan pentingnya pertumbuhan yang tidak hanya terlihat dari jumlah anggota.

“Legio harus berusaha agar jangan hanya besar dalam jumlah, tetapi juga kaya dalam kualitas hidup dan pelayanan,” pesannya.

Pesan senada disampaikan oleh Rm. Athanasius Ndate, Pr, selaku Pembimbing Rohani Kuria. Ia kembali menegaskan identitas dan arah utama kerasulan Legio Maria, yakni menghadirkan Kristus ke tengah dunia melalui teladan dan pendampingan Bunda Maria.

“Tugas utama kerasulan Legio Maria adalah bersama Maria merebut dunia bagi Yesus,” tegasnya.

Acara ramah tamah semakin meriah dengan penampilan tarian dari anggota Legio Maria Senior dan Legio Maria Junior. Penampilan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi seluruh peserta, tetapi juga menghadirkan gambaran indah tentang perjumpaan dan kebersamaan lintas generasi dalam keluarga besar Legio Maria.

Dua puluh tahun perjalanan Legio Maria di Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula tentu menyimpan banyak cerita, doa dan karya pelayanan. Namun, perayaan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menoleh ke belakang dan mengenang perjalanan yang telah dilalui.

Di usia yang ke-20, Legio Maria Weetebula kembali diteguhkan untuk tetap setia pada panggilannya: belajar dari Maria, semakin dekat dengan Yesus dalam Ekaristi, dan menghadirkan kasih-Nya melalui doa serta karya nyata di tengah dunia.

Bersama Maria, merebut dunia bagi Yesus.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article