WEETEBULA, GEMA KAWULA— Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di tengah masyarakat, Kongregasi Suster Amalkasih Darah Mulia (ADM) Regio Timur menggelar Evaluasi pelaksanaan keputusan Rapat Besar 2024 yang lalu.
Evaluasi tersebut mengusung tema “Berjalan Bersama, Bertumbuh dalam Persekutuan, dan Memperbaharui Hidup dan Pelayanan.” Tema ini menjadi arah refleksi sekaligus ajakan bagi seluruh peserta untuk tidak hanya melihat apa yang telah dikerjakan, tetapi juga membaca kembali perjalanan bersama dan menentukan langkah pembaruan ke depan.
Kegiatan yang terjadi pada Jumat 18 September– Kamis 24 September 2026 di Weetebula ini menjadi ruang bersama bagi para pemimpin dan pelayan Kongregasi untuk melihat kembali perjalanan kepemimpinan, kehidupan komunitas, serta karya-karya pelayanan sejak keputusan Rapat Regio tahun 2024 yang lalu.
Kegiatan ini melibatkan Dewan Pimpinan Umum, Dewan Pimpinan Regio, para pimpinan komunitas, pimpinan karya, serta para suster ADM dari berbagai komunitas di Regio Timur yang mencakup Pulau Sumba, Timor dan para suster yang berkarya di Timor Leste. Evaluasi didampingi oleh Rm. Gito Wiratmo, Pr, bersama Pemimpin Umum dan dewannya.
Regional ADM, Sr. Yosita, ADM, menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi kesempatan bagi para suster untuk kembali kepada identitas dan spiritualitas Kongregasi.
“Melalui evaluasi ini, para suster diajak mengambil langkah untuk berjalan bersama, merevitalisasi spiritualitas Darah Mulia dan identitas Kongregasi. Supaya bertolak lebih ke dalam dengan harapan ada pembaharuan.”
Pernyataan tersebut menempatkan evaluasi bukan semata-mata sebagai kegiatan administratif, melainkan sebagai proses spiritual dan komunitarian. Apa yang telah dijalani selama dua tahun terakhir dibaca kembali dalam terang panggilan dan identitas Kongregasi, sehingga pembaruan yang diharapkan tidak hanya menyentuh sistem kerja, tetapi juga kehidupan dan semangat pelayanan para suster.
Rangkaian evaluasi diawali dengan rekoleksi bersama Rm. Gito Wiratmo, Pr. Rekoleksi ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengambil waktu hening, menata kembali hati, dan melihat dengan lebih jernih perjalanan Regio Timur serta arah yang hendak ditempuh bersama.
Setelah rekoleksi, proses evaluasi memasuki tahap pemaparan laporan. Pada 19 September, peserta mengikuti presentasi evaluasi perjalanan Regio periode 2024–2026, dilanjutkan dengan laporan evaluasi perjalanan komunitas-komunitas se-Regio.
Evaluasi kemudian bergerak lebih khusus pada karya-karya pelayanan. Dalam sesi evaluasi karya kesehatan, peserta mendengarkan laporan dari Yayasan Kesehatan, RS Karitas, Klinik Katikuloku, Klinik Elopada, dan Klinik Homba Karipit, serta dilanjutkan dengan evaluasi karya lainnya, termasuk Yayasan Ina Seraphine Sumba.
Salah satu kekhasan Evaluasi Rapat Besar Regio Timur kali ini ialah adanya semangat untuk terbuka dan mau dikoreksi. Evaluasi tidak berhenti pada pencatatan keberhasilan, tetapi juga berani melihat secara nyata apa yang terjadi dalam kehidupan komunitas dan karya-karya Kongregasi.
Berbagai bidang pelayanan menjadi bagian dari evaluasi, mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan hingga pastoral. Dengan cara ini, evaluasi diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan Regio Timur sejak Rapat Besar Regio 2024.
Sr. Geovani, ADM salah seorang anggota Dewan Pimpinan Regio, mengungkapkan harapannya agar evaluasi ini menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk melihat perjalanan sejak 2024 secara jujur dan menyeluruh.
“Harapan saya, dengan adanya evaluasi ini semua peserta dapat melihat dan mengevaluasi apa yang sudah berjalan sejak tahun 2024 hingga tahun 2026 terkait kehidupan berkomunitas dan karya-karya yang ada dalam Kongregasi ADM, khususnya di Regio Timur.”
Melalui evaluasi Rapat Besar Regio Timur 2024 ini, para suster ADM hendak meneguhkan kembali semangat persekutuan: berjalan bersama, berani melihat kenyataan, terbuka terhadap koreksi, dan terus memperbaharui diri dalam pelayanan.
Perjalanan dua tahun terakhir tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Ia menjadi cermin untuk melihat ke depan agar spiritualitas Darah Mulia semakin dihidupi, identitas Kongregasi semakin diteguhkan, dan karya pelayanan semakin mampu menghadirkan kasih Allah bagi Gereja dan masyarakat.
Evaluasi menjadi titik jeda untuk melihat perjalanan, tetapi pembaruan adalah langkah berikutnya yang harus ditempuh bersama demi kemajuan karya dan pelayanan.

