28.3 C
Sumba
Tuesday, October 13, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

KAMIS PEKAN BIASA XXII – Warna Liturgi: Hijau

Must read

KAMIS PEKAN BIASA XXII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Korintus 4:1-5

Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, hendaknya orang memandang kami sebagai hamba Kristus dan pengurus rahasia Allah. Yang dituntut dari pengurus yang demikian ialah bahwa mereka nyata-nyata dapat dipercayai. Bagiku sedikit sekali artinya entah aku dihakimi oleh kalian, entah oleh suatu pengadilan manusia. Malahan aku sendiri tidak menghakimi diriku. Memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang akan menerangi juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Dialah pula yang akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Pada saat itulah tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Demikanlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 37:3-6.27-28.39-40 – Refren:39a

Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.

  • Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
  • Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
  • Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; sebab Tuhan mencintai kebenaran, dan tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Orang-orang yang berbuat jahat akan binasa, dan anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
  • Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik, Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Inji – Yohanes 8:12
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.

Bacaan Injil – Lukas 5:33-39

Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

Yesus menjawab, “Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, “Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua.

Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, ‘Anggur yang tua itu baik’.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Setia dalam Pelayanan, Terbuka pada Pembaruan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menilai diri berdasarkan pandangan orang lain. Kita merasa berharga ketika dipuji, diperhatikan, atau dianggap berhasil. Sebaliknya, kita mudah kecewa ketika usaha dan pengorbanan kita tidak dihargai. Padahal, bagi Tuhan, yang terutama bukanlah seberapa besar pengakuan yang kita terima, melainkan seberapa setia kita menjalankan kepercayaan yang diberikan-Nya.

Bacaan pertama, Santo Paulus menyebut dirinya dan para rasul sebagai hamba Kristus dan pengelola rahasia Allah. Seorang pengelola tidak bertindak sebagai pemilik. Ia hanya menerima kepercayaan dan bertanggung jawab kepada orang yang memberinya kepercayaan itu. Karena itu, Paulus menegaskan bahwa hal terutama yang dituntut dari seorang pengelola adalah kesetiaan.

Sabda ini mengajak kita melihat kembali kehidupan kita. Apakah selama ini kita memandang tugas dan tanggung jawab sebagai kepercayaan dari Tuhan, atau sebagai kesempatan untuk mencari penghargaan? Dalam keluarga, lingkungan, kelompok kategorial, tempat kerja, dan pelayanan Gereja, kita kadang mudah kecewa ketika pengorbanan kita tidak diperhatikan. Kita merasa sakit hati ketika tidak dipuji atau ketika orang lain justru lebih dihargai.

Tanpa disadari, kita dapat lebih sibuk mencari pengakuan manusia daripada berusaha setia kepada Tuhan. Kita mau bekerja ketika dilihat, mau melayani ketika dipuji, dan kehilangan semangat ketika nama kita tidak disebut. Hari ini Santo Paulus mengingatkan bahwa nilai pelayanan tidak ditentukan oleh banyaknya pujian yang kita terima, tetapi oleh kesetiaan kita dalam menjalankannya.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang kain baru, anggur baru, dan kantong anggur yang baru. Melalui perumpamaan ini, Yesus menegaskan bahwa kehadiran-Nya membawa pembaruan. Namun, pembaruan itu tidak dapat diterima jika hati manusia tetap terikat pada cara hidup lama.

Kita mungkin rajin berdoa, mengikuti Misa, berpuasa, dan terlibat dalam pelayanan. Akan tetapi, apakah semuanya itu sungguh memperbarui hidup kita? Jangan sampai kegiatan keagamaan hanya menjadi kebiasaan luar, sedangkan hati kita tetap menyimpan iri hati, dendam, kesombongan, kebiasaan menghakimi, dan keinginan untuk selalu dianggap benar.

Yesus tidak datang hanya untuk menambal beberapa kekurangan kita. Ia datang untuk memperbarui hidup kita dari dalam. Anggur baru membutuhkan kantong yang baru. Rahmat Tuhan membutuhkan hati yang bersedia dibentuk, dikoreksi, dan diubah.

Tuhan tidak meminta kita menjadi orang yang terkenal atau selalu berhasil. Tuhan meminta kita menjadi orang yang setia. Kesetiaan itu tampak dalam hal-hal sederhana: menjalankan tanggung jawab dengan jujur, tetap berbuat baik meskipun tidak dilihat, tidak cepat menghakimi, berani meminta maaf, dan bersedia memperbaiki diri.

Tuhan tidak pertama-tama mencari pelayan yang terkenal, tetapi pelayan yang setia. Kesetiaan sejati lahir dari hati yang setiap hari bersedia diperbarui oleh-Nya. Amin.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article