
Weetabula, Gema Kawula – Menapaki awal tahun 2026, para imam dan frater Projo Keuskupan Weetebula menggelar pertemuan persaudaraan yang penuh sukacita di Wisma Unio Weetebula. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (10-11 Februari 2026) ini, menjadi momentum perjumpaan perdana di tahun yang baru sekaligus ruang koordinasi strategis bagi karya pastoral ke depan.
Sejak Selasa sore, Wisma Unio telah dipenuhi dengan kehangatan sapaan dan canda tawa khas para imam serta frater yang datang dari berbagai penjuru. Meski menempuh perjalanan jauh dari Dekenat Waingapu, Waikabubak, hingga Kodi, rasa lelah nampak terkikis oleh binar kegembiraan saata perjumpaan menyapa para imam dan frater. Kegiatan perjumpaan dihari pertama ini, dibuka dengan makan malam dan rekreasi bersama, menciptakan suasana persaudaraan yang erat sebelum memasuki agenda-agenda penting.
Keesokan harinya, Rabu (11/02), kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Rm. Aris Sekke, Pr. Dalam khotbahnya, RD. Aris menekankan esensi seorang murid Kristus. “Kita diajak untuk belajar dari Kristus sendiri sebagai Guru dan teladan, agar kita mampu melayani dengan hati di tempat tugas masing-masing,” pesannya.
Usai sarapan pagi, pertemuan berlanjut di aula utama yang dipandu oleh Sekretaris Unio, Rm. Marsi Jou, Pr. Agenda sesi pertama diisi dengan sosialisasi liturgi masa Prapaskah hingga Paskah oleh Rm. Paskalis Crystian Loy, Pr.
Oris menegaskan akan pentingnya ketaatan pada pedoman liturgi Gereja yang benar. Beliau mengharapkan agar para imam mampu menjadi teladan bagi umat dalam merayakan misteri keselamatan ini secara tepat sesuai aturan dan tatacara liturgi yang berlaku. Dari sosialisasi ini, menghadirkan diskusi yang menarik, para imam saling bertukar pikiran dan memperkaya satu sama lain.
Sesi kedua membawa suasana diskusi yang lebih mendalam saat Rm. Yakobus Lodo Mema, Pr. mempresentasikan anggaran dan rencana pembangunan “Rumah Masa Depan” (makam) bagi para imam Projo di Pakamandara. Meski sempat diwarnai kecemasan dan keragu-raguan, forum akhirnya sepakat untuk menindaklanjuti rencana pembangunan ini. RD. Jack, selaku Ketua Unio, memberikan motivasi kuat mengenai pentingnya visi jangka panjang: Visi Jauh ke Depan: “Mari kita mencoba bermimpi untuk melihat ke depan sejauh 1 kilometer, bukan hanya dengan pandangan 1 meter,” tegasnya. Beliau menekankan bahwa kesatuan adalah modal utama untuk membangun Unio yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita kita bersama sebagai Unio.
Memasuki sesi terakhir, para peserta merumuskan program kerja tahunan Unio untuk sepanjang tahun 2026. Disepakati bahwa pola program akan mengikuti format tahun 2025 dengan beberapa penyesuaian yang signifikan, terutama pada tema-tema pertemuan dan retret yang akan lebih diselaraskan dengan kebutuhan pastoral serta situasi Gereja saat ini.
Pertemuan yang menghasilkan banyak gagasan segar ini ditutup dengan makan siang bersama dan acara perpisahan (sayonara). Para imam dan frater meninggalkan Wisma Unio kembali ke medan tugas masing-masing dengan semangat yang diperbaharui, membawa bekal penguatan dari perjumpaan dengan sesama saudara sepanggilan.

