29.9 C
Sumba
Monday, October 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

BERARAK BERSAMA ST. GERARDUS MAJELLA, UMAT SANG PENEBUS WARA RAYAKAN 300 TAHUN KELAHIRANNYA

Must read

WAINGAPU, GEMA KAWULA – Sekitar 1.000 umat Paroki Sang Penebus Wara, Waingapu, bersama para imam, bruder, dan frater Redemptoris Komunitas Sumba Timur mengikuti prosesi memperingati 300 tahun kelahiran St. Gerardus Majella, Sabtu, 19 September 2026. Prosesi tersebut menjadi ungkapan syukur atas teladan hidup santo sederhana dari Kongregasi Sang Penebus Mahakudus atau CSsR itu.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyongsong 75 tahun Paroki Sang Penebus Wara. Melalui prosesi ini, umat mengenang dan mensyukuri peran Kongregasi Redemptoris dalam perjalanan iman umat Katolik di Pulau Sumba, khususnya di Waingapu.

Umat juga diajak mengenang jasa para misionaris dan pendahulu yang telah melayani serta membangun kehidupan Gereja, mulai dari komunitas basis, lingkungan, dan stasi hingga paroki.

Prosesi bergerak dari Gereja Paroki Sang Penebus Wara menuju Stasi St. Gerardus Majella Kawangu dengan menggunakan kendaraan. Dalam perjalanan itu, umat mengarak tiga simbol iman, yakni Salib Kristus Sang Penebus, ikon St. Maria Bunda Selalu Menolong, dan ikon St. Gerardus Majella.

Ketiga simbol tersebut memiliki makna bagi perjalanan iman umat. Salib Kristus Sang Penebus menegaskan bahwa Kristus merupakan pusat kehidupan dan perjalanan Gereja. Ikon St. Maria Bunda Selalu Menolong melambangkan penyertaan Bunda Maria, sedangkan ikon St. Gerardus Majella menghadirkan teladan kesederhanaan dan kesetiaan dalam mengikuti Kristus.

Setibanya di Stasi St. Gerardus Majella Kawangu, umat mengikuti Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan kristiani. Misa dipimpin oleh Superior Redemptoris Komunitas Sumba Timur, P. Desius Kaki, CSsR, bersama Pastor Paroki Sang Penebus Wara, P. Rano Nedy, CSsR, dan para imam Redemptoris Komunitas Sumba Timur.

Dalam khotbahnya, Pastor Rekan Paroki Sang Penebus Wara, P. Tian Loba, CSsR, mengingatkan umat agar prosesi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Umat diajak belajar dan menghidupi keutamaan St. Gerardus Majella dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya mengenang St. Gerardus. Mari belajar memiliki cara hidup seperti Gerardus: sederhana, melayani, bersyukur, taat, dan percaya kepada Tuhan,” kata P. Tian.

Antusiasme umat tampak sepanjang perjalanan. Mereka mengikuti prosesi dengan penuh sukacita dan kebanggaan sebagai umat Katolik. Prosesi tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan menuju suatu tempat, tetapi juga melambangkan perjalanan bersama sebagai satu keluarga Gereja: mengenang sejarah, mensyukuri pertumbuhan iman, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.

Peringatan 300 tahun kelahiran St. Gerardus Majella mengajak umat tidak hanya mengenang seorang santo, tetapi juga menghidupi semangatnya. St. Gerardus dikenal sebagai pribadi sederhana yang melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan cinta yang besar. Teladan itu mendorong umat untuk membangun kebiasaan bersyukur, melayani, bersikap rendah hati, mengampuni, berdoa, dan percaya kepada Tuhan.

Dalam semangat menyongsong 75 tahun Paroki Sang Penebus Wara dengan tema “75 Tahun Ditebus dan Diutus”, prosesi ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengenang masa lalu dengan penuh syukur sekaligus memperbarui komitmen iman dan pelayanan untuk masa depan.

Prosesi tersebut merupakan bagian pertama dari rangkaian peringatan 300 tahun kelahiran St. Gerardus Majella yang masih akan berlajut.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article