27.2 C
Sumba
Sunday, July 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Hari Komsos Sedunia, RD. Tibur Ajak Pegiat Komsos Melawan Mentalitas Menyerah

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula

WEETEBULA, Gema Kawula—Keheningan Pantai Waikello mendadak hidup pada akhir pekan, 16-17 Mei 2026. Bertempat di Villa Redemptoris Waikello, sekelompok kecil pegiat media Gereja Katolik Dekenat Weetebula berkumpul untuk merefleksikan satu hal krusial: bagaimana menjadi manusia yang bijak di tengah kepungan teknologi modern. Dikemas dalam bentuk rekoleksi, rekreasi, dan belajar bersama, agenda yang diinisiasi oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Weetebula ini digelar untuk merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60.

Acara ini dirancang untuk mempererat kolaborasi tim Komsos paroki di wilayah Dekenat Kodi dan Dekenat Weetebula, meski kendala teknis membuat sejumlah utusan paroki tidak sempat hadir. Di bawah koordinasi Direktur Komsos Keuskupan Weetebula, Romo Tiburtius Plasidus Mari, Pr., yang akrab disapa RD. Tibur, pertemuan dua hari ini menjadi ruang belajar bersama. Menguji hati nurani di hadapan AI hari pertama dibuka dengan sesi rekoleksi mendalam. Membedah tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”, RD. Tibur menyoroti pesan Bapa Suci Paus Leo ke XIV mengenai derasnya arus perkembangan dunia global saat ini, termasuk maraknya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Bagi lembaga Komsos, wajah dan suara adalah identitas unik manusia yang tidak boleh direduksi oleh mesin.

RD. Tibur menegaskan bahwa ancaman terbesar era digital saat ini sebenarnya bukan terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada degradasi manusianya sendiri. “Masalah utamanya adalah manusia. Sikap yang perlu dibangun adalah keberanian menghadapi teknologi dan kebijaksanaan dalam menggunakan AI, tanpa harus kehilangan hati nurani,” ujar RD. Tibur. Ia mengingatkan para peserta bahwa tugas utama mereka adalah menjadi penjaga “wajah Gereja” yang hidup di tengah masyarakat Sumba.

malam diisi dengan ruang sharing yang emosional. Di sini, para peserta blak-blakan membuka lembaran kisah sukses hingga kegagalan di medan pelayanan paroki masing-masing. Evaluasi dan kritik yang muncul dalam diskusi tersebut disepakati sebagai fondasi untuk merancang program kerja dan komitmen lembaga Komsos yang berkelanjutan diwaktu-waktu mendatang.

Melawan keterbatasan alat, memasuki hari kedua, intensi kegiatan bergeser pada sentuhan hal-hal teknis dan praktis. Para peserta ditantang dalam pelatihan jurnalisme praktis dan penataan visual, mulai dari teknik pengambilan gambar, produksi video, hingga proses penyuntingan (editing) yang dipandu oleh Ippul, bersama RD. Tibur.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi di aula Villa Waikello. Berkaca pada kisah para murid Yesus yang sempat goyah dan dilanda ketidakpastian setelah ditinggal sang Guru, RD. Tibur melemparkan kritik keras terhadap mentalitas pelayanan yang mudah menyerah pada keterbatasan fasilitas di medan pelayanan masing-masing.”Sudah susah, alat tidak ada, tapi tetap bungkus diri. Maka kita jangan pernah menutup diri dalam keterbatasan,” cetus RD. Tibur. Ia meminta pegiat media paroki meniru ketangguhan para murid perdana yang terus berkumpul, berdoa, dan bergerak bersama dalam semangat persaudaraan.

Mari kita bergandengan tangan dan berjalan bersama sebagai satu tim Komsos di dalam Gereja lokal Keuskupan Weetebula ini, tegasnya. Gereja Katolik di era digital, menurut dia, tidak boleh sekadar menjadi penonton pasif di dunia maya. “Kita wajib terjun aktif mewartakan kebaikan Tuhan melalui karya pelayanan media kita,” tutupnya. Usai santap siang bersama, kelompok kecil ini membubarkan diri. Dua hari di Waikello telah usai, namun bagi para pegiat Komsos ini, perjalanan baru justru baru dimulai. Mereka pulang membawa mandat penting: menjadi agen komunikasi yang kreatif, kolaboratif, dan berdaya guna di paroki masing-masing.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article