SUMBA BARAT DAYA — Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Weetebula menggelar pelatihan jurnalisitk, videografi, dan akal imitasi atau yang sering disebut Artificial Intelligence bagi pegiat komsos paroki se-keuskupan pada Kamis (16/04) hingga Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Wisma Unio Keuskupan Weetebula ini diikuti 58 peserta dari berbagai paroki dan komisi.
Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kerja sama antara Komsos Keuskupan dan Komsos paroki se-keuskupan Weetebula, sekaligus meningkatkan kapasitas para pegiat komsos dalam memproduksi konten digital yang berkualitas untuk kebutuhan pewartaan.
Ketua Komsos Keuskupan Weetebula, Romo Tiburtius Plasidus Mari, mengatakan bahwa perkembangan media digital menuntut Gereja untuk lebih aktif menghadirkan konten yang edukatif dan inspiratif.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegiat komsos dalam dokumentasi, editing video, hingga publikasi, sehingga mampu menghasilkan konten yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan kerinduan lama yang akhirnya dapat terealisasi. Menurut dia, maraknya konten negatif di media massa menjadi tantangan sekaligus panggilan bagi pegiat Komsos untuk menghadirkan konten yang lebih bermakna dan kristiani.
“Kita dipanggil untuk menggantikan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai luhur dengan kabar sukacita melalui video dan tulisan,” kata Tiburtius.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi tentang memproduksi video dengan narasumber Krismanto, menulis berita sesuai kaidah jurnalistik dengan narasumber Abdi Susanto, dan memahami bagaimana memproduksi konten dengan akal imitasi bersama Andreas Hendra.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik. Mereka dibagi dalam kelompok untuk memproduksi dan membuat berbagai materi untuk pewartaan iman. Hasil karya tersebut kemudian dipresentasikan dan dievaluasi secara langsung.
Tibur berharap, kegiatan ini bisa menjadi fondasi bagi terwujdunya sinergi dan upaya menjaga keberlangsungan terisinya kanal-kanal pewartaan yang dimiliki Komsos Keuskupan Weetebula seperti website, akun-akun medsos, dan produksi konten lainnya.
Tibur juga berharap sinergi antara KOMSOS keuskupan dan paroki dapat terus diperkuat agar konten yang dihasilkan tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga efektif sebagai sarana pewartaan. “Komsos keuskupan perlu merangkul Komsos paroki agar karya-karya yang dihasilkan bisa menjangkau umat lebih luas dan mudah diakses,” katanya.
Tiburtius juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pewartaan iman. Ia berharap para peserta dapat mengambil peran aktif dengan memproduksi dan menyebarkan konten positif. “Sebagai orang beriman, kita memiliki tanggung jawab untuk mewartakan kabar sukacita dan kebaikan melalui media digital,” ujarnya.


