34 C
Sumba
Wednesday, June 10, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Uskup Edmund Woga Tahbiskan 30 Frater Menjadi Diakon di Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang

Must read

KUPANG, Gema Kawula — Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, menahbiskan 30 frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang menjadi diakon dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael, Sabtu, 30 Mei 2026.

Para diakon baru tersebut berasal dari tiga keuskupan, yakni 10 frater dari Keuskupan Agung Kupang, 15 frater dari Keuskupan Atambua, dan 5 frater dari Keuskupan Weetebula. Tahbisan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju imamat sekaligus menandai kesiapan mereka untuk memasuki pelayanan Gereja secara lebih penuh.

Perayaan dimulai pukul 09.00 WITA dan dihadiri keluarga para diakon, para imam, biarawan-biarawati, tamu undangan, donatur, serta umat yang memenuhi area sekitar kapela. Sebelum misa dimulai, para calon diakon diarak dari Kompleks Fioretti menuju Seminari Tinggi St. Mikhael dengan iringan drumband SMP Santo Yoseph Naikoten.

Prosesi penyambutan juga diwarnai Natoni adat yang dibawakan oleh Fr. Julio Silab, Fr. Lau Funan, dan Fr. Rio Tualaka. Setelah itu, para calon diakon diantar menuju ruang persiapan sebelum kembali diarak menuju altar dengan iringan lagu liturgi dan tarian penyambutan dari mahasiswa STIPAS Kupang.

Dalam homilinya, Mgr. Edmund Woga menegaskan bahwa tahbisan diakon merupakan dasar penting bagi tahbisan-tahbisan berikutnya. Menurutnya, di dalam tahbisan terdapat rahmat pelayanan Allah yang harus diwujudkan dalam kehidupan dan karya pastoral.

Uskup juga mengingatkan para diakon baru tentang pentingnya hidup sesuai dengan tuntunan Kitab Suci serta menunjukkan sikap pelayanan yang rendah hati di tengah umat.

Pada akhir perayaan, sejumlah sambutan disampaikan oleh perwakilan diakon, Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael, dan Uskup Weetebula.

Mewakili para diakon, Diakon Ronny Kiik menyebut hari tahbisan sebagai momen penuh syukur yang diwarnai kecemasan, harapan, dan sukacita atas rahmat yang diterima.

Sementara itu, Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang, RD. Theo Silab, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang para frater hingga akhirnya menerima tahbisan diakon. Menurutnya, para diakon dipanggil untuk menjadi wajah belas kasih Kristus sebagaimana tema perayaan, “Dipilih untuk Pekerjaan Belas Kasih”.

Dalam sambutan penutup, Mgr. Edmund Woga menyebut tahbisan 30 diakon sebagai tanda kesuburan panggilan dalam Gereja.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa karena kita dapat menyaksikan 30 diakon ditahbiskan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan terus berkarya dan Gereja masih membutuhkan banyak pelayan untuk membangun iman umat,” ujarnya.

Perayaan tahbisan disiarkan langsung oleh Komsos Keuskupan Agung Kupang melalui kanal YouTube Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang sehingga umat yang tidak hadir secara langsung tetap dapat mengikuti perayaan tersebut.

Usai misa, para diakon, keluarga, imam, dan tamu undangan mengikuti ramah tamah di ruang makan Seminari Tinggi St. Mikhael. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang mewakili pemerintah, menyampaikan ucapan selamat kepada para diakon baru sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara Gereja dan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Tahbisan ini menjadi awal perutusan bagi para diakon baru untuk mengabdikan diri dalam pelayanan Gereja, membawa semangat belas kasih Kristus, serta melayani umat Allah dengan rendah hati dan penuh dedikasi.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article