32.5 C
Sumba
Thursday, May 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Jelang Jambore SEKAMI, Panitia Ande Ate Perketat Persiapan Kedatangan Ratusan Anak

Must read

ANDE ATE, Gema Kawula — “Anak bukan kebetulan lahir. Mereka adalah titipan Allah yang harus didampingi imannya.” Penegasan itu mengemuka dalam rapat persiapan Jambore SEKAMI Paroki St. Paulus Ande Ate, Kamis, 23 April 2026, di rumah pembina umat Stasi St. Alfonsus Gollu Dewa, saat panitia mematangkan kesiapan menyambut ratusan anak dari 13 stasi.

Rapat yang berlangsung di rumah Pembina Umat, Petrus Ngilla Warata, itu menjadi kunci untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan terarah menjelang pelaksanaan pada 8–10 Mei 2026.

Kegiatan ini dirancang oleh Puspas Keuskupan Weetebula bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Paulus Ande Ate sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan iman anak sejak dini.

Kesadaran itu diterjemahkan dalam langkah teknis yang lebih ketat. Panitia secara khusus menyoroti mobilitas peserta saat kedatangan—fase yang dinilai paling rawan dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Untuk menutup celah tersebut, panitia menerapkan sistem satu komando dengan menggabungkan seksi penjemputan dan akomodasi. Skema ini memastikan setiap peserta yang tiba langsung tertangani dan diarahkan ke tempat menginap tanpa kebingungan.

Ketua Panitia Jambore SEKAMI, Yohanes Pallaka, menegaskan tidak boleh ada celah saat kedatangan peserta.
“Begitu peserta tiba, harus langsung jelas siapa yang menjemput dan ke mana diarahkan,” ujarnya.

Pastor Paroki St. Paulus Ande Ate, RD. Stefanus Tamu Ama, menegaskan perhatian terhadap anak bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab iman Gereja.
“Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi tanggung jawab bersama dalam merawat iman anak-anak,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan anak menjadi bagian dari kesinambungan Gereja, karena melalui merekalah estafet iman diteruskan dari generasi ke generasi.

Selain pengendalian peserta, panitia juga memastikan kesiapan operasional di lokasi terbuka, mulai dari pengamanan, konsumsi, hingga penginapan, dengan dukungan tim Puspas selama tiga hari pelaksanaan.

Jambore ini akan diikuti anak-anak usia sekolah dasar hingga awal remaja, dengan target pelaksanaan yang aman, tertib, dan terarah sejak kedatangan hingga kepulangan peserta—sekaligus menjadi ruang pertumbuhan iman yang konkret bagi generasi Gereja selanjutnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article