WEETEBULA, Gema Kawula – Gema jawaban “Ya, saya hadir” berulang kali memecah keheningan Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula pada Minggu pagi, 01 Maret 2026. Kalimat pendek itu bukan sekadar absensi dihadapan Allah dan umat yang hadir, melainkan sebuah ikrar kesiapan batin bagi 85 anggota Dewan Pastoral Paroki (DPP) untuk masa bakti 2026-2028 yang resmi dikukuhkan dalam sebuah perayaan Ekaristi yang khidmat.
Perayaan Ekaristi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR. Ia didampingi oleh tiga imam: Pastor Paroki Rm. Louis Keban, Pr., serta Rm. Evalianus Riba, Pr., dan Rm. Paskalis Cristian Loy, Pr. Di hadapan umat yang berpartisipasi aktif, pelantikan ini menandai regenerasi kepemimpinan Gereja Katolik lokal di jantung kota Weetebula.
Dalam homilinya, Mgr. Edmund Woga menarik garis merah antara panggilan pengurus DPP dengan iman Abraham. Ia mengajak para pelayan baru untuk tetap teguh pada pilihan perutusan meski badai tantangan datang menerpa.
Mengutip pesan Rasul Paulus kepada Timotius, Mgr. Edmund memberikan penegasan keras: menjadi pengurus bukan untuk mencari kenyamanan, melainkan kesiapan hati dan diri untuk “ikut menderita bagi Injil Kristus”. “Kita berharap Tuhan memberikan iman yang teguh dan kekuatan dalam melakukan perbuatan kasih selama pelayanan mereka sebagai anggota DPP yang baru,” ujar Uskup dalam khotbahnya.
Sebelum berkat penutup, Mgr. Edmund menitipkan tiga pesan kunci sebagai wadah kerja baru bagi pengurus yang baru:
Pertama; Pelaksanaan Mandat: Tugas pelayanan adalah amanah gereja yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.
Kedua; Kemandirian Umat: Program kerja DPP harus berdampak pada kemandirian iman dan ekonomi umat.
Ketiga; Pastoral Basis: Fokus pelayanan harus menyentuh pengembangan iman umat di tingkat yang paling dasar.
Rm. Louis Keban, Pr., selaku Pastor Paroki, menyampaikan selamat dan proficiat kepada anggota dewan paroki yang baru dilantik, dan tentunya kepada dewan paroki yang lama yang sudah bekerja semaksimal mungkin selama ini. Ia menegaskan kembali bahwa untuk sampai pada peristiwa pelantikan hari ini, itu melalui banyak proses yang terjadi ditingkat basis, lingkungan dan stasi dengan diselenggarakannya pemilihan-pemilihan badan pengurus, dan para anggota dewan yang baru saja dilantik ini, mereka dipilih dari tengah-tengah umat untuk menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan Gereja kepada mereka, tegas Rm. Louis,Pr, seraya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mgr. Edmund untuk melantik para agen pastoral tersebut.
Rangkaian seremoni suci ini diakhiri dengan perjumpaan persaudaraan di Pastoran Katedral. Dalam acara santap siang bersama, suasana formal berganti menjadi ruang berbagi cerita dan sharing pengalaman antar-pengurus dan umat.
Para anggota DPP periode 2026-2028 ini meninggalkan pastoran dengan sukacita. Mereka membawa pulang spirit “berjalan bersama” sebagai satu tim, sembari meyakini bahwa Tuhan yang telah memanggil mereka akan menyempurnakan segala niat baik dalam tugas pelayanan dua tahun ke depan.

