32.5 C
Sumba
Wednesday, May 27, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Dari Pedalaman Camme, Umat Berjuang Menyelesaikan Pembangunan Gereja

Must read

CAMME, Gema Kawula — Dari sebuah stasi kecil yang jauh dari pusat keramaian, umat Stasi St. Gabriel Camme, Paroki Kristus Raja Waimanggura, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat melahirkan harapan besar. Hanya dalam lima menit aksi spontan seusai misa, umat berhasil mengumpulkan dana Rp 5 juta untuk melanjutkan pembangunan gereja yang hingga kini telah mencapai sekitar 70 persen.

Suasana haru menyelimuti Gereja Stasi St. Gabriel Camme seusai Perayaan Ekaristi, Minggu (10/5/2026). Umat yang selama ini hidup sederhana dengan penghasilan tidak menentu dari kebun, bersatu menyelesaikan pembangunan gereja baru yang telah mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.

Pembangunan gereja tersebut merupakan hasil musyawarah bersama antara pengurus stasi, umat, dan Pastor Paroki. Meski sebagian besar dana berasal dari swadaya umat, dukungan Pastor Paroki juga turut menguatkan proses pembangunan, baik melalui bantuan material, dukungan moral, maupun doa.

Untuk menekan biaya, umat memilih tidak menyewa tukang. Seluruh proses pembangunan dikerjakan secara mandiri oleh umat sendiri, mulai dari desain bangunan hingga tahap penyelesaian. Pembangunan itu dipimpin oleh Frans Lede Bili bersama Yohanes Mila Ate, yang juga merupakan umat stasi setempat.

Berbagai tantangan sempat menghambat pembangunan, terutama keterbatasan dana. Sebagian besar umat menggantungkan hidup dari hasil kebun yang tidak selalu mencukupi. Namun situasi itu tidak mematahkan semangat mereka.

Dengan gotong royong dan tekad bersama, pembangunan gereja perlahan terus berjalan. Kini umat hanya perlu menyelesaikan beberapa bagian akhir, termasuk pengadaan pintu gereja, agar bangunan itu dapat segera diresmikan.

Ketua Stasi yang baru dilantik, Yohanes Dadi Mesa, kemudian mengambil langkah sederhana untuk mendorong partisipasi umat. Seusai misa, ia mengajak umat mengikuti “aksi lima menit”, yakni penggalangan dana spontan tanpa paksaan.

Ajakan sederhana itu justru menghadirkan kejutan besar. Dalam waktu singkat, umat berhasil mengumpulkan Rp 5 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan gereja.

Bagi sebagian tempat, angka tersebut mungkin tidak terlalu besar. Namun bagi umat Stasi St. Gabriel Camme yang hidup dalam keterbatasan, jumlah itu menjadi tanda pengorbanan dan cinta yang luar biasa. Suasana gereja pun berubah haru. Sejumlah umat tampak menitikkan air mata melihat semangat kebersamaan yang tumbuh dari aksi kecil tersebut.

Pengurus stasi, umat, dan Pastor Paroki berharap pembangunan gereja dapat selesai tepat waktu sehingga segera digunakan secara penuh sebagai tempat ibadah dan pusat kehidupan iman umat.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article