37.1 C
Sumba
Saturday, April 4, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Menjelang Pelantikan, Calon Pengurus DPP Katedral Weetebula Teguhkan Spirit “Basuh Kaki”

Must read

Frater Chiko Ate
Frater Chiko Atehttp://keuskupanweetebula.org
Sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Komsos Weetebula
Pater Vikjen memberikan bahan rekoleksi kepada calon anggota DPP Katedral Weetebula

Weetebula, Gema Kawula-Suasana hening menyelimuti Gereja Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula pada Kamis sore, 26 Februari 2026. Di hadapan altar, puluhan perwakilan pengurus basis, lingkungan, stasi, hingga tingkat paroki duduk dalam doa dan refleksi. Mereka adalah calon pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) periode 2026–2028 yang akan dilantik pada, 1 Maret 2026.

Rekoleksi bertema “Berjalan Bersama; Melayani dengan Sungguh” itu digelar sebagai persiapan rohani sebelum para pengurus resmi menjalankan tugas. Kegiatan ini dimaksudkan agar pelayanan yang diemban tidak berhenti pada aspek struktural organisasi, melainkan berakar pada spiritualitas dan semangat Minggu pengabdian.

Sesi utama dipandu Agustinus Malo Bulu, CSsR. Dalam pengantar refleksinya, ia mengajukan pertanyaan yang memantik perenungan peserta. “Apakah Anda sekalian sungguh bahagia menjadi pengurus Gereja?” ujarnya.

Pertanyaan itu membuat suasana gereja terdiam. Dalam keheningan, para peserta menyatakan kesiapan mereka. Pater Agustinus menegaskan bahwa menjadi pengurus Gereja berarti meneladani Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja.

“Jabatan dalam DPP bukan jabatan kehormatan, melainkan panggilan untuk melayani,” katanya. Ia mengingatkan para peserta untuk membangun “spirit basuh kaki”, bukan “spirit cuci tangan”, merujuk pada teladan Yesus yang melayani dengan kerendahan hati.

Pastor Paroki, Rm. Louis Keban, Pr., dalam sambutannya mengatakan rekoleksi ini menjadi fondasi penting sebelum para pengurus menjalankan mandat pelayanan. “Kita berkumpul di rumah Tuhan untuk mencari kekuatan sebelum melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Menurutnya, Dewan Pastoral Paroki bukan sekadar struktur administratif, melainkan ruang kerja bersama yang menuntut semangat kolaborasi. Ia mengajak para calon pengurus membangun budaya “berpikir bersama” demi kemajuan Gereja setempat.

Rekoleksi berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 Wita. Seusai sesi refleksi, peserta melanjutkan dengan gladi pelantikan di dalam gereja guna memastikan perayaan pelantikan berjalan tertib.

Kegiatan ditutup dengan santap malam bersama di pastoran. Dalam suasana akrab, para calon pengurus membangun kebersamaan sebelum memasuki masa pelayanan tiga tahun ke depan.

Melalui rekoleksi ini, para pengurus DPP periode 2026–2028 diharapkan tidak hanya siap secara organisatoris, tetapi juga matang secara rohani—membawa semangat pelayanan yang rendah hati di tengah umat.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article