31.6 C
Sumba
Wednesday, February 25, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

12 Frater Keuskupan Weetebula Resmi Menerima Jubah di TOR Lo’o Damian

Must read

Atambua, Gema Kawula — Perayaan Misa Penerimaan Jubah para Frater TOR Lo’o Damian pada Senin, 8 Desember 2025, menjadi momen penting bagi Keuskupan Weetebula. Sebanyak 12 frater dari Keuskupan Weetebula resmi menerima jubah rohani dan memasuki tahap pembinaan lanjutan menuju imamat. Misa berlangsung di Aula Dominikus Emaus, dipimpin oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku,Pr dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Keuskupan Atambua.

Aula tampak dipenuhi umat dan undangan dari berbagai wilayah. Selain para imam, biarawan-biarawati, dan para pendamping TOR, hadir pula orang tua serta keluarga para frater yang datang memberikan dukungan. Kehadiran keluarga menjadikan perayaan ini bukan hanya agenda liturgis, tetapi juga momen kebersamaan Gereja yang menyatukan tiga keuskupan: Atambua, Kupang, dan Weetebula.

Dalam perayaan tersebut, 82 frater dari tiga keuskupan menerima jubah: 43 frater Keuskupan Atambua, 27 frater Keuskupan Agung Kupang dan 2 frater Keuskupan Weetebula.

Para frater ini telah menyelesaikan masa pembinaan intensif selama lima bulan di Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian—masa formasi awal yang diisi doa, meditasi, rekoleksi, retret, pendalaman pribadi, dan pembinaan karakter hidup rohani.

Dalam homilinya, Uskup Dominikus Saku menegaskan bahwa penerimaan jubah bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal menuju proses inkardinasi, yaitu peneguhan pilihan pribadi setiap frater untuk berkarya di keuskupan asal mereka. “Dengan mengenakan jubah, para frater perlahan-lahan membentuk dirinya menjadi manusia rohani,” ujar Uskup.

Ia menjelaskan juga bahwa jalan menuju imamat menuntut kesediaan untuk meninggalkan kenyamanan duniawi dan memasuki ritme hidup yang terarah pada doa, kedisiplinan, serta pelayanan kepada umat. Menurutnya, jubah merupakan simbol kesediaan untuk hidup dalam kesederhanaan dan kesetiaan. “Imamat adalah perjalanan panjang yang harus dikandung setiap hari dalam kesadaran,” tambahnya.

Perayaan yang bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa itu semakin memperdalam makna penyerahan diri. Maria, kata Uskup, adalah model keteguhan dan keterbukaan hati. Karena itu, jubah harus dimaknai bukan sebagai status kehormatan keluarga, melainkan sebagai undangan untuk menjadi pembawa kabar gembira bagi sesama.

Kepada para orang tua, Uskup menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Gereja. Ia memastikan bahwa pembinaan para frater terus diarahkan pada empat pilar formasi: kerohanian, akademik, pastoral, dan kemanusiaan.

Pada kesempatan itu, Praeses TOR Lo’o Damian, Rm. Yustus Ati Bere, Pr., menyampaikan bahwa dari 84 frater yang memulai pembinaan, hanya 82 yang bertahan hingga akhir. “Proficiat!” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa jubah membawa konsekuensi jelas: pertumbuhan hidup rohani yang lebih baik. “Sesudah pakaian rohani ini dipakai, hidup rohani harus menjadi lebih baik. Itu pesan kami,” tegasnya.

Romo Yustus mengingatkan kembali doa penyerahan yang setiap hari diucapkan para frater selama masa TOR: “Tuhan, bantulah aku dengan rahmat-Mu agar aku tidak kembali dari tujuan ini oleh dorongan jasmani mana pun juga.” Doa ini menjadi fondasi pembinaan awal menuju kesetiaan panggilan.

Perayaan ditutup dengan lantunan lagu “Aku Selalu Beserta Kamu Sampai Akhir Dunia” yang dinyanyikan sendiri oleh para frater. Suara mereka berpadu memenuhi aula, menjadi ungkapan syukur sekaligus permenungan atas langkah baru yang mereka masuki.

Bagi 12 frater Keuskupan Weetebula, jubah putih yang mereka kenakan hari itu bukan sekadar simbol, tetapi deklarasi awal dari sebuah perjalanan panjang yang menuntut kedalaman rohani, disiplin hidup, dan komitmen untuk melayani Gereja. Dengan menerima jubah, mereka menegaskan kesiapan untuk dibentuk, diutus, dan hadir bagi umat di tanah Sumba maupun di mana pun mereka kelak diutus.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article