27.2 C
Sumba
Sunday, July 12, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

NYD III Resmi Dibuka di Maumere, 837 OMK Nusra Siap Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa

Must read

Maumere, Gema Kawula – Semangat persaudaraan dan sukacita memenuhi Kota Maumere saat ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari seluruh Regio Nusa Tenggara mengikuti pembukaan Nusra Youth Day (NYD) III yang berlangsung pada Kamis, 3 Juli 2026. Kegiatan yang digelar pada 2–5 Juli 2026 ini mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa.”

Sebanyak 837 peserta dari sembilan keuskupan di Regio Nusa Tenggara ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata semangat persatuan kaum muda Katolik untuk berjalan bersama sebagai Gereja yang sinodal sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Rangkaian pembukaan diawali dengan parade kontingen dari Lapangan Kota Baru menuju Lapangan Gelora Samador. Sepanjang perjalanan, setiap kontingen tampil penuh semangat dengan yel-yel, lagu, tarian, dan atribut khas daerah masing-masing. Sorak sorai para peserta serta antusiasme masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute parade menciptakan suasana meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang dimiliki Gereja di wilayah Nusa Tenggara.

Setibanya di Lapangan Gelora Samador, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi Pembuka yang dipimpin oleh Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus, Martinus Sedu, Pr. Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Mgr. Paulus Budi Kleden, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr, Mgr. Edmund Woga, serta Mgr. Maksimus Regus, Pr, bersama para imam, biarawan-biarawati, dan umat yang turut memadati lokasi perayaan.

Dalam homilinya, Uskup Edwaldus mengajak kaum muda Katolik untuk menjadi pribadi yang menghadirkan harapan melalui kesaksian hidup, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa media sosial hendaknya menjadi sarana pewartaan nilai-nilai Injil, bukan sekadar ruang mencari popularitas.

Salah satu pesan yang mendapat sambutan hangat dari peserta adalah ajakan agar kaum muda lebih mengutamakan isi daripada sensasi. “Posting yang penting, bukan yang penting posting,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya membangun budaya kebenaran melalui ungkapan, “Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.”

Mengutip ajaran mendiang Paus Fransiskus, Uskup Maumere mengajak seluruh peserta melawan “globalisasi ketidakpedulian” dengan membangun “globalisasi harapan.” Harapan itu diwujudkan melalui solidaritas nyata kepada mereka yang miskin, menderita, tersingkir, dan membutuhkan perhatian.

Ia juga mengkritisi kecenderungan generasi masa kini yang lebih sibuk membangun personal branding dibandingkan membentuk karakter yang kudus. Menurutnya, tidak sedikit orang yang berhasil menambah jumlah pengikut di media sosial, tetapi justru semakin jauh dari teladan Kristus. Karena itu, kaum muda diajak lebih mengutamakan pembentukan karakter suci (holy character) daripada sekadar mengejar pengakuan dan popularitas.

Pembukaan NYD III menjadi awal dari berbagai rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 5 Juli 2026. Selama empat hari, para peserta akan mengikuti pendalaman iman, seminari, perjumpaan lintas keuskupan, kegiatan budaya, ziarah rohani, dan berbagai aktivitas yang mempererat persaudaraan sebagai Orang Muda Katolik Regio Nusa Tenggara.

Melalui tema “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa,” NYD III diharapkan menjadi ruang pembinaan yang semakin meneguhkan kaum muda sebagai murid-murid Kristus yang beriman, berkarakter, serta siap menjadi pelaku perubahan bagi Gereja dan masyarakat.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article