WAIMANGGURA, Gema Kawula — Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Waimanggura diajak membangun komunitas yang saling mendengarkan, bukan hanya pandai berbicara. Ajakan itu disampaikan RP. Silvester Nusa, CSsR dalam rekoleksi OMK yang berlangsung di Paroki Kristus Raja Waimanggura, Jumat (1/5/2026).
Rekoleksi yang diselenggarakan Pastor Moderator bersama pengurus OMK terpilih itu diikuti OMK dari berbagai stasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus refleksi bagi kaum muda untuk memahami peran mereka dalam kehidupan menggereja.
Dalam materinya, Pater Silvester menekankan pentingnya sikap saling mendengarkan di tengah dinamika orang muda yang semakin beragam. Ia mengacu pada dokumen Christus Vivit yang diserukan Paus Fransiskus tentang peran dan panggilan kaum muda dalam Gereja.
Menurutnya, OMK saat ini tidak hanya terdiri dari mahasiswa atau mereka yang sudah bekerja, tetapi juga melibatkan remaja SMA dan SMK yang sedang bertumbuh dalam iman. Karena itu, komunikasi yang sehat dan sikap saling menerima menjadi hal penting agar tidak muncul sekat di antara sesama orang muda.
“OMK harus saling mendengarkan supaya tidak terjadi perpecahan antara yang masih SMA atau SMK dengan yang sedang kuliah maupun yang sudah bekerja,” ujar Pater Silvester.
Ia menegaskan, sekalipun sebagian remaja masih tergolong dalam kelompok Taruk, mereka tetap bagian dari OMK dan perlu mendapat ruang dalam kehidupan komunitas. Menurut dia, sebuah komunitas akan berjalan baik jika anggotanya mau mendengar satu sama lain.
Di tengah tantangan semakin banyaknya kaum muda yang mulai menjauh dari Gereja, Pater Silvester juga mengingatkan pentingnya menjaga iman dan keterlibatan dalam kehidupan menggereja. Ia mengajak OMK Paroki Waimanggura untuk tetap menjadi generasi muda yang aktif, terbuka, dan bertanggung jawab dalam pelayanan.
Setelah sesi materi dan refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi sekaligus pelantikan pengurus OMK periode 2026–2029. Perayaan dipimpin RP. Matius Selan bersama RP. Yeris.
Dalam kesempatan itu, Pastor Paroki RP. Matius Selan mendorong OMK agar berani mengekspresikan diri dan menjalankan program-program yang telah direncanakan.
“Aktifnya orang muda menjadi tanda hidupnya sebuah paroki dan Gereja,” ujarnya.
Melalui rekoleksi dan pelantikan tersebut, OMK Paroki Kristus Raja Waimanggura diharapkan semakin bertumbuh sebagai komunitas muda yang solid, terbuka, dan mampu menjadi wajah Gereja yang hidup di tengah masyarakat.


