WAIMANGGURA, GEMA KAWULA — Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Raja Waimanggura periode 2026–2029 resmi dilantik dalam perayaan Ekaristi, Minggu (19/4/2026). Di tengah suasana khidmat, Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, menegaskan satu hal mendasar: pelayanan Gereja bukan soal posisi, melainkan kesaksian iman yang harus nyata dan teruji.
Perayaan yang dihadiri umat dari berbagai stasi itu menjadi penanda dimulainya masa pelayanan baru bagi para pengurus DPP.
Dalam homilinya, Uskup Edmund menegaskan bahwa kesaksian iman harus nyata, bukan sekadar kata-kata.
“Kalau mau bersaksi, harus ada bukti. Tidak cukup hanya bicara,” tegasnya.
Menjadi anggota DPP, lanjutnya, bukan soal jabatan, melainkan keberanian untuk bersaksi. Para rasul yang pernah takut diubah oleh Roh Kudus menjadi pewarta yang rela berkorban. Karena itu, setiap pelayan Gereja harus siap menghadapi konsekuensi—termasuk penolakan.
Prosesi pelantikan berlangsung dalam rangkaian liturgi, ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan janji pelayanan, dan penyerahan mandat kepada para pengurus baru. Umat yang hadir turut mendukung melalui doa bersama.
Pastor Paroki Kristus Raja Waimanggura, Pater Matius Selan, berharap para pengurus DPP yang baru mampu mengemban tanggung jawab dengan serius dan setia pada tugas pelayanan di bidang masing-masing.
Sementara itu, anggota DPP dari Komisi Komunikasi Sosial, Rian Solo, menekankan pentingnya semangat kerja bersama.
“Pelayanan ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita harus berjalan bersama sebagai satu tim,” ujarnya.
Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Uskup di aula paroki. Dalam suasana dialogis, Uskup Edmund kembali menegaskan arah dan tanggung jawab DPP sebagai motor penggerak kehidupan menggereja di tingkat paroki.

