29.6 C
Sumba
Sunday, August 16, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Uskup Weetebula Canangkan Pembangunan Gereja Baru Paroki St. Paulus Ande Ate

Must read

ANDE ATE, GEMA KAWULA — Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R., mencanangkan pembangunan Gereja Paroki Santo Paulus Ande Ate, Minggu, 19 Juli 2026. Pencanangan yang berlangsung dalam Perayaan Ekaristi itu menandai dimulainya pembangunan gereja baru untuk menjawab kebutuhan pastoral umat yang terus bertambah.

Dalam homilinya, Mgr. Edmund menegaskan bahwa pembangunan gereja tidak semata-mata berarti mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun kehidupan umat yang semakin dewasa dalam iman, persaudaraan, dan semangat melayani.

“Paroki ini sedang berubah rupa. Semua yang kita lihat hari ini merupakan hasil kerja sama di dalam Gereja. Sabda Tuhan yang setiap hari kita dengarkan telah menghasilkan buah dalam kehidupan umat,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat, bukan hanya panitia pembangunan. Menurutnya, setiap orang dipanggil berpartisipasi sesuai kemampuannya melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi.

“Pembangunan gereja ini bukan pekerjaan satu atau dua orang. Semua umat harus ikut ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Kita membangun gereja yang kokoh, kuat, dan tahan lama sebagai rumah ibadah yang pantas bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Mgr. Edmund juga mengungkapkan bahwa bangunan gereja yang digunakan saat ini telah mengalami kemiringan ke arah timur sehingga pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan mendesak. Ia mengajak umat melanjutkan warisan iman para perintis Paroki Santo Paulus Ande Ate yang telah dibangun sejak masa pelayanan P. Bernhard Zizyh, C.Ss.R.

Dengan jumlah umat sekitar 11.620 jiwa, menurutnya, gereja baru akan menjadi sarana penting untuk mendukung pelayanan pastoral, pembinaan iman, dan pewartaan Injil bagi generasi mendatang.

Pastor Paroki Santo Paulus Ande Ate, RD. Stefanus Tamu Ama, mengatakan pembangunan gereja baru harus dipahami sebagai gerakan iman yang melibatkan seluruh umat, bukan sekadar proyek pembangunan fisik.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah gedung, tetapi juga dari kemampuan umat menjaga persatuan, mengesampingkan kepentingan pribadi, serta menghidupi semangat gotong royong.

“Kita harus menjadi pembawa kebaikan, bukan perpecahan. Marilah kita mengalahkan ego dan kepentingan pribadi agar seluruh usaha pembangunan ini benar-benar diarahkan bagi keselamatan dan kemuliaan Tuhan,” katanya.

  1. Stefanus mengajak seluruh umat, baik di pusat paroki maupun di setiap stasi, mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi.

Pencanangan pembangunan gereja baru itu berlangsung bersamaan dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi 153 umat. Momentum tersebut menjadi awal gerakan bersama seluruh umat Paroki Santo Paulus Ande Ate untuk mewujudkan rumah ibadah yang lebih representatif sekaligus memperkuat pelayanan Gereja di tengah masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article