24.9 C
Sumba
Sunday, August 16, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Terima Sakramen Krisma, 153 Umat Paroki Ande Ate Diajak Hidupi Kerahiman Allah

Must read

ANDE ATE, GEMA KAWULA— Sebanyak 153 umat menerima Sakramen Krisma dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R., di Gereja Paroki Santo Paulus Ande Ate, Minggu, 19 Juli 2026. Dalam kesempatan yang sama, Uskup juga mencanangkan pembangunan gereja baru Paroki Santo Paulus Ande Ate sebagai bagian dari penguatan pelayanan pastoral bagi umat.

Dalam homilinya, Mgr. Edmund menegaskan bahwa Sakramen Krisma bukan sekadar pelengkapan inisiasi, melainkan panggilan untuk hidup sebagai orang Kristiani yang dewasa dan terbuka pada karya Roh Kudus. Kedewasaan iman, katanya, tampak ketika seseorang mampu menghadirkan kerahiman Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Mengawali refleksinya, Uskup mengutip doa Nabi Habakuk, “Ya Tuhan, dalam murka-Mu ingatlah akan kerahiman-Mu.” Menurutnya, doa itu menggambarkan Allah sebagai pribadi yang adil sekaligus penuh belas kasih.

“Kalau seorang bapak sedang marah, ingatlah akan kerahiman. Kalau seorang ibu sedang murka, ingatlah juga akan kerahiman. Kita semua bisa marah, tetapi jangan kehilangan belas kasih,” lanjutnya.

Ia mengingatkan bahwa Sabda Tuhan tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga menjadi pedoman hidup. Dengan mengenal Allah yang penuh kasih, adil, dan setia memelihara ciptaan-Nya, umat dipanggil membentuk karakter yang mencerminkan kasih, kejujuran, pengampunan, dan tanggung jawab.

“Kita tidak pernah tersembunyi di hadapan Allah. Karena itu, hiduplah sebagai pribadi yang menghadirkan kasih Tuhan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Paulus Ande Ate, RD. Stefanus Tamu Ama, menyampaikan terima kasih kepada Uskup, para imam, panitia, pelayan liturgi, para pembina umat, pendamping peserta Krisma, serta seluruh umat yang terlibat dalam penyelenggaraan perayaan tersebut.

Menurut RD. Stefanus, Sakramen Krisma menjadi sumber kekuatan rohani yang meneguhkan umat untuk menjalankan panggilan sebagai murid Kristus. Karena itu, pelayanan sakramen terus diupayakan menjangkau seluruh stasi agar semakin banyak umat memperoleh kesempatan menerima rahmat Allah.

Pada kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana kunjungan pastoral pada 19 Agustus 2026 yang akan dirangkaikan dengan pemberkatan Gereja Stasi Santa Teresa dari Calcutta Bila Karendi.

RD. Stefanus mengingatkan bahwa membangun Gereja tidak hanya berarti mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun persaudaraan, persatuan, dan semangat kebersamaan di tengah umat.

“Jangan menciptakan kerusakan hanya karena ego,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kerendahan hati, kasih, persatuan, dan tanggung jawab merupakan fondasi utama kehidupan menggereja. Semangat itu diharapkan menjadi kekuatan umat dalam membangun Gereja yang hidup, misioner, dan mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Perayaan Sakramen Krisma yang dirangkaikan dengan pencanangan pembangunan gereja baru tersebut menjadi peneguhan komitmen umat Paroki Santo Paulus Ande Ate untuk terus bertumbuh dalam iman, membuka diri terhadap karya Roh Kudus, serta mengambil bagian aktif dalam kehidupan dan pelayanan Gereja.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article