29.6 C
Sumba
Thursday, May 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Pesta Perdana di Gereja Sendiri, Umat Weepaneru Didorong ‘Pergi dan Wartakan

Must read

WEEPANERU, Gema Kawula — Di atas batu karang, umat Stasi St. Markus Weepaneru untuk pertama kalinya merayakan Pesta Pelindung di gereja sendiri, Minggu (26/4/2026). Momen ini menjadi penegasan arah iman: tidak berhenti pada perayaan, tetapi bergerak untuk “pergi dan mewartakan.”

Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo, RP. Jairus Nong Bora, O.Carm (Pater Jais), bersama RP. Ulrich Waltrianus Le’u, O.Carm, dan RP. Hendrikus Nggala, O.Carm. Gereja dipenuhi para bruder, calon biarawan, dewan stasi, serta umat yang larut dalam suasana syukur dan kebersamaan.

Dalam homilinya, Pater Jais menegaskan bahwa teladan St. Markus Penginjil harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar kisah. “Pergi dan wartakan. Kita harus belajar dari St. Markus: berdoa, mengutamakan Tuhan, jujur, dan bertanggung jawab. Mari mengamalkan ketaatan, kesetiaan, dan kepatuhan sebagai murid Kristus,” pesannya dalam perayaan yang bertepatan dengan Minggu Panggilan Sedunia itu.

Suasana perayaan terasa hangat, ditandai kebersamaan para imam, biarawan, dan umat yang mempererat persaudaraan di Stasi Weepaneru.

Usai misa, perayaan berlanjut di halaman gereja dengan pentas seni. Anak-anak menampilkan tarian dan dance yang mengundang tawa serta tepuk tangan meriah dari umat.

Ketua Panitia, Mikael Ngongo Bani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pesta perdana tersebut. “Terima kasih sudah mengindahkan undangan kami. Jauh-jauh datang ke Weepaneru, di atas batu karang ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Stasi, Robertus Malo Rade, menilai perayaan ini sebagai langkah awal pertumbuhan iman umat. “Walau gereja kami sederhana, kami bersyukur bisa merayakan Pesta Pelindung Stasi. Terima kasih untuk semua seksi yang bekerja sehingga acara berjalan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dewan Paroki Kererobbo, Yakobus Bulu, mengingatkan umat agar menjaga konsistensi dalam hidup menggereja. “Jangan hanya hari ini yang banyak. Minggu berikut harus semakin banyak umat yang datang ke rumah Tuhan. Dengan begitu, Kerajaan Allah akan hidup di tempat ini,” tegasnya.

Rangkaian pesta ditutup dengan ramah tamah, di tengah tawa dan tepuk tangan umat, saat anak-anak dan Orang Muda Katolik (OMK) menari bersama—menjadi tanda bahwa iman di Weepaneru tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihidupi.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article