29.6 C
Sumba
Thursday, May 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Setelah Setia 25 Tahun: Tiga Suster CSV Perbarui Janji, Uskup Edmund Ingatkan “Turun Gunung” untuk Melayani

Must read

KALEMBUKUTUR, Gema Kawula — Tiga suster Congregazione Santo Volto (CSV), yang dikenal sebagai Suster Wajah Kudus, memperbarui janji hidup membiara dalam Perayaan Ekaristi syukur 25 tahun panggilan mereka di Stasi Kalembukutur, Paroki Hati Kudus Yesus Weekombak, Jumat (24/4/2026). Momen itu menegaskan bahwa kesetiaan tidak lahir seketika, melainkan dibentuk oleh waktu, tantangan, dan penyerahan diri.

Perayaan itu dipimpin Uskup Mgr. Edmund Woga dan berlangsung khidmat, dihadiri para imam, biarawan-biarawati, serta umat yang memenuhi gereja. Seusai Ekaristi, syukur dilanjutkan dalam resepsi sederhana bersama umat.

Tiga yubilaris itu adalah Suster Maria Magdalena Nogo CSV, Suster Maria Emiliana CSV, dan Suster Maria Rosalia Wonga CSV. Dalam suasana hening, mereka memperbarui kaul kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan—tiga pilar hidup bakti yang kembali ditegaskan sebagai arah dan dasar kesetiaan mereka.

Momen pembaruan janji itu diperdalam dalam homili Uskup Edmund yang menegaskan bahwa hidup bakti berada di jantung kehidupan Gereja. Ia mengingatkan bahwa sejak awal, Gereja bertumbuh dari kesaksian mereka yang mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Allah—dari para martir hingga para pertapa.

“Hidup membiara bukan soal kenyamanan, tetapi tentang penyerahan diri total kepada Tuhan,” tegasnya.

Uskup menjelaskan, kemurnian menuntun hati hanya kepada Allah, kemiskinan membebaskan dari keterikatan duniawi, dan ketaatan menempatkan kehendak Allah di atas kehendak pribadi. Ketiganya, hanya dapat dihidupi secara nyata dalam kehidupan komunitas yang saling menerima, mengampuni, dan mencintai.

Mengacu pada Surat Petrus, Uskup Edmund menekankan bahwa pelayanan tidak boleh dijalani karena paksaan atau kepentingan pribadi, melainkan sebagai panggilan untuk berbakti. Para suster dipanggil menjadi teladan, bukan penguasa.

Ia kemudian menyinggung Injil tentang peristiwa Transfigurasi di Gunung Tabor. Menurutnya, perayaan 25 tahun hidup membiara adalah pengalaman “kemuliaan”, tetapi tidak boleh membuat orang berhenti pada kenyamanan rohani.

“Jangan tinggal di atas gunung. Yesus turun gunung untuk melayani dan menderita. Para suster juga dipanggil untuk turun gunung—hadir di tengah umat,” ujarnya.

Kesetiaan itu, lanjutnya, telah tampak dalam pelayanan nyata para suster, termasuk kesediaan menjangkau umat di tempat terpencil dengan segala keterbatasan.

Sementara itu, dalam sambutan mewakili para yubilaris, Suster Emiliana menyebut hari itu sebagai momen bersejarah yang memadukan tiga perayaan sekaligus: pesta nama Wajah Kudus, yubileum perak 25 tahun hidup membiara, serta pemberkatan rumah postulan di Sumba.

Ia mengenang perjalanan panggilan mereka yang tidak biasa. Dari 12 orang yang memulai, hanya tiga yang bertahan hingga mengikrarkan kaul dan merayakan 25 tahun hidup membiara.

“Kami berbeda karakter, tetapi memilih untuk tetap setia bersama sampai akhir,” katanya.

Ia juga bersaksi tentang perjalanan yang penuh tantangan—dari pergulatan batin, sakit, hingga keterbatasan dalam membangun rumah postulan. Namun, ia meyakini penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti.

“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu,” ujarnya, mengutip Surat Petrus.

Kesaksian itu ditegaskan kembali oleh suster pimpinan kongregasi yang mengingatkan bahwa 25 tahun hidup membiara bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih menuntut kesetiaan.

“Tuhan tetap setia, walaupun kita sering tidak setia. Kasih-Nya menjadi kekuatan dalam setiap jatuh dan bangun,” katanya.

Perayaan itu pun ditutup dalam suasana syukur yang sederhana namun hangat—sebuah penanda bahwa perjalanan panjang para suster tidak berhenti pada perayaan, melainkan terus berlanjut dalam kesetiaan sehari-hari di tengah umat.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article