23.2 C
Sumba
Friday, August 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

“Satu Nada untuk Bencana Flores”, OMK Homba Karipit Gelar Konser Galang Dana Korban Gempa

Must read

HOMBA KARIPIT, GEMA KAWULA — Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Assumpta Homba Karipit, Keuskupan Weetebula, menggelar konser amal bertajuk “Satu Nada untuk Bencana Flores”, Minggu, 23 Agustus 2026. Konser yang melibatkan kaum muda dan anak-anak itu digelar untuk menghimpun bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores.

Konser berlangsung pukul 18.00–20.00 dengan melibatkan siswa-siswi SMA Katolik Santa Maria Homba Karipit, SD Katolik Homba Karipit, serta anak-anak SEKAMI. Mereka menampilkan delapan lagu vokal solo, empat lagu vokal grup, dan sejumlah tarian.

Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Homba Karipit, P. Barnabas Bili Ngongo, C.Ss.R., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian umat terhadap sesama yang sedang mengalami penderitaan akibat bencana.

“Aksi ini merupakan bagian dari rasa solidaritas kita kepada sesama yang menderita, terutama saudara-saudari kita yang menjadi korban bencana di Flores,” kata P. Barnabas dalam sambutannya.

Menurut P. Barnabas, solidaritas umat tidak hanya diwujudkan melalui konser penggalangan dana. Seluruh kolekte dalam perayaan Ekaristi pada Minggu itu juga dikhususkan untuk membantu korban bencana di Flores.

“Seluruh kolekte pada hari Minggu ini kita khususkan untuk membantu saudara-saudari kita yang menjadi korban bencana di Flores,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rm. Christo Ngasi, Pr, mengatakan konser tersebut berangkat dari tingginya antusiasme umat untuk membantu para korban. Semangat itu kemudian dipadukan dengan potensi seni yang dimiliki kaum muda dan anak-anak di paroki.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengumpulkan bantuan, tetapi juga memberi ruang bagi kaum muda dan anak-anak untuk menggunakan bakat mereka bagi kepentingan sesama.

“Melalui kegiatan ini, kaum muda dan anak-anak tidak hanya menampilkan bakat mereka, tetapi juga belajar menggunakan kemampuan yang mereka miliki untuk peduli dan membantu orang lain,” ujarnya.

Seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan melalui lembaga Gereja untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Flores.

Konser dibuka dengan doa dan penyalaan lilin sebagai simbol cahaya dan harapan bagi para korban bencana. Setelah itu, umat mengikuti rangkaian penampilan musik dan tari yang dibawakan kaum muda dan anak-anak.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu bersama seluruh umat yang hadir.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article