23.2 C
Sumba
Friday, August 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Gereja Baru Diberkati, Umat Bila Karendi Diajak Bertumbuh dalam Iman dan Menjadi Berkat

Must read

BUKAMBERO, GEMA KAWULA — Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R., memberkati gereja baru Stasi Santa Theresia dari Kalkuta, Bila Karendi, Bukambero, Paroki Santo Paulus Ande Ate, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026).

Dalam Misa pemberkatan tersebut, Mgr. Edmund mengajak umat menjadikan gereja yang baru bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat untuk menumbuhkan iman, memperkuat persatuan, dan membentuk umat yang mampu menjadi berkat bagi sesama.

Ia juga mengingatkan para pemimpin, baik dalam Gereja maupun masyarakat, agar tidak menggunakan jabatan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Seorang pemimpin, dipanggil untuk merawat, mencari mereka yang tersisih, dan mempersatukan orang-orang yang dipercayakan kepadanya.

Dalam homilinya, Mgr. Edmund menghubungkan pesan Kitab Yehezkiel tentang para gembala dengan tanggung jawab kepemimpinan dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

Menurutnya, teguran Nabi Yehezkiel terhadap para gembala yang tidak menjalankan tugasnya tetap relevan bagi siapa saja yang menerima tanggung jawab memimpin.

“Peringatan kepada mereka yang mempunyai tugas kegembalaan, baik dalam Gereja maupun dalam dunia. Mereka jangan hanya menggembalakan diri sendiri,” kata Mgr. Edmund.

Dalam Gereja, menurutnya dia, tugas kegembalaan dijalankan oleh uskup, imam, Dewan Paroki, biarawati, serta mereka yang mendapat tanggung jawab pelayanan. Pesan yang sama juga berlaku bagi para pemimpin di tengah masyarakat.

Mgr. Edmundus mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya menikmati keuntungan dari kedudukannya, sementara orang-orang yang dipercayakan kepadanya justru dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.

“Kamu makan daging domba yang gemuk, tetapi kamu tidak mencari domba yang hilang. Kamu tidak membalut luka domba. Kamu tidak membawa domba ke rumput yang hijau,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan harus diwujudkan dalam keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan perhatian. Pemimpin harus mampu merawat yang terluka, mencari yang tersesat, dan menjaga persatuan.

“Tugas para pemimpin mempersatukan domba,” katanya.

Mgr. Edmundus juga menyinggung tentang “sungut-sungut duniawi” dan “sungut-sungut surgawi”. Ia mengajak umat untuk tidak terjebak dalam sikap membandingkan apa yang diterima dengan apa yang diperoleh orang lain.

“Tidak pada tempatnya mereka bersungut-sungut. Di Kerajaan Surga semua kita mendapat yang adil,” ujarnya.

Mgr. Edmund mengapresiasi perjuangan umat Stasi Santa Theresia dari Kalkuta, Bila Karendi, yang telah bergotong royong membangun gereja baru.

Menurutnya, berdirinya gereja tersebut menjadi tanda kebersamaan sekaligus wujud usaha umat mengembangkan kehidupan iman. Namun, pembangunan gedung tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Gereja, kata Uskup, harus menjadi tempat umat bertumbuh dalam iman sebelum membawa nilai-nilai iman itu ke dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.

“Apa yang kita jalankan di dalam gedung gereja ini dapat kita lakukan di RT kita, di tempat kerja kita. Kita harus menjadi berkat,” katanya.

Ia mengajak umat untuk memiliki kepedulian terhadap orang lain, terutama mereka yang mengalami kesulitan dan penderitaan. Semangat persatuan yang dibangun di dalam Gereja harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Bersama kita kuat, dalam persatuan untuk kita berbakti kepada Allah yang lebih baik. Menjadi berkat bagi kehidupan kita,” ujarnya.

Pastor Paroki Santo Paulus Ande Ate, RD. Stefanus Tamu Ama, menyampaikan terima kasih kepada umat, Dewan Paroki, dan berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan Gereja Stasi Santa Theresia dari Kalkuta, Bila Karendi.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi umat untuk menyelesaikan bagian-bagian pembangunan yang masih harus dikerjakan.

Ia mengatakan pembangunan gereja tidak dapat diselesaikan sekaligus. Karena itu, pekerjaan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan umat dan dukungan yang tersedia.

“Tidak langsung pindah karena masih ada tanggung jawab dan pembangunan yang harus dilanjutkan perlahan,” katanya.

RD. Stefanus juga mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam proses pembangunan, termasuk dalam perencanaan. Kekurangan tersebut, menjadi bahan evaluasi agar pekerjaan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih baik.

“Kami mohon maaf,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai bantuan yang diterima umat merupakan bentuk kepercayaan dan kemitraan. Karena itu, kepercayaan tersebut perlu dijaga dengan tanggung jawab dalam melanjutkan pembangunan dan mengembangkan kehidupan menggereja.

Pemberkatan gereja, kata RD. Stefanus, bukan akhir dari seluruh proses. Umat masih memiliki tanggung jawab menyelesaikan pembangunan sekaligus menghidupkan gereja tersebut melalui kehidupan iman dan kebersamaan.

Mgr. Edmundus juga meminta umat Bila Karendi tidak melupakan berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan gereja.

Rasa syukur, menurutnya, tidak cukup disampaikan melalui ucapan terima kasih, tetapi harus terlihat dalam kehidupan umat sebagai orang Katolik yang baik.

“Kita bersyukur kepada Tuhan secara khusus. Jangan lupa berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu umat Bila Karendi sehingga bisa membangun gereja,” katanya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan berbagai pihak harus mendorong umat untuk semakin bertumbuh dalam iman dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

“Semua orang yang membantu mengharapkan kita supaya kita hidup sebagai orang Katolik yang baik,” ujarnya.

Pemberkatan Gereja Stasi Santa Theresia dari Kalkuta, Bila Karendi, menjadi awal bagi umat untuk menjalankan dua tanggung jawab sekaligus: melanjutkan pembangunan yang belum selesai dan membangun komunitas yang semakin kuat dalam iman dan persaudaraan.

Gereja yang baru diberkati itu diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan, tetapi menjadi tempat umat dibentuk untuk merawat yang terluka, mencari yang tersisih, menjaga persatuan, dan menjadi berkat bagi masyarakat.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article