36.5 C
Sumba
Wednesday, June 10, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

30 Tahun Stasi St. Gabriel Kalauwa: Merayakan Sejarah, Meneguhkan Iman, Membangun Persaudaraan

Must read

WEETEBULA, Gema Kawula — Tiga puluh tahun lalu, umat Katolik di Kalauwa memulai perjalanan iman mereka dari sebuah kapela sederhana hasil pemekaran Lingkungan Santo Rafael. Kini, komunitas itu tumbuh menjadi Stasi Santo Gabriel Kalauwa yang kokoh dalam kehidupan menggereja. Momentum perjalanan tersebut dirayakan melalui syukur 30 tahun berdirinya stasi yang berpuncak pada Minggu, 7 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Perayaan yang berlangsung selama sepekan, sejak 31 Mei hingga 7 Juni 2026, menjadi ajang refleksi atas perjalanan sejarah stasi sekaligus sarana mempererat persaudaraan umat. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba lektor, lomba mazmur, turnamen bola voli antarbasis, hingga malam pentas seni yang menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya umat setempat.

Puncak perayaan ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, RD. Louis Keban. Misa syukur tersebut dimeriahkan oleh koor Lingkungan Santo Andreas Puukapaka dan dihadiri umat dari berbagai basis di wilayah stasi.

Dalam homilinya, RD. Louis Keban mengingatkan bahwa usia tiga dekade merupakan buah dari kesetiaan dan kerja keras banyak orang yang telah membangun kehidupan Gereja di Kalauwa. Menurutnya, perjalanan panjang itu tidak lepas dari penyertaan Tuhan yang terus membimbing umat dalam suka dan duka.

“Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Di balik perjalanan ini ada pengorbanan, kerja sama, dan kesetiaan banyak orang. Karena itu, masa depan stasi ini juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh umat untuk terus menghidupi, mengembangkan, dan memperjuangkan pertumbuhan iman bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perayaan ulang tahun stasi tidak boleh berhenti pada kemeriahan acara seremonial. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk mensyukuri karya Allah yang terus hadir dalam sejarah hidup umat sekaligus memperbarui komitmen pelayanan di masa depan.

Ketua Stasi, Yuliana Wini Natara, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat persatuan umat. Menurutnya, perlombaan dan pentas seni bukan sekadar hiburan, melainkan ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarumat.

“Kami berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama perayaan ini tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi terus menjadi budaya hidup umat dalam keseharian,” ujarnya.

Perjalanan Stasi Santo Gabriel Kalauwa mencerminkan dinamika pertumbuhan Gereja lokal di wilayah Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula. Dari sebuah komunitas kecil dengan sarana ibadah yang terbatas, umat secara bertahap membangun kapela yang lebih layak dan menjadikannya pusat kehidupan rohani bersama.

Di tengah perkembangan fisik tersebut, umat tetap mempertahankan tradisi doa basis yang menjadi kekuatan utama kehidupan menggereja. Setiap pekan, keluarga-keluarga berkumpul secara bergilir untuk berdoa bersama, mendalami Sabda Tuhan, dan memperkuat solidaritas sebagai satu komunitas iman.

Perayaan 30 tahun Stasi Santo Gabriel Kalauwa pada akhirnya menjadi penanda bahwa Gereja tidak hanya dibangun oleh tembok dan bangunan, melainkan oleh umat yang setia memelihara iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan. Berakar pada sejarah serta bertumbuh dalam kebersamaan, umat Stasi Santo Gabriel Kalauwa kini menatap masa depan dengan harapan untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article