29.6 C
Sumba
Thursday, May 28, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Salib SYD IV Tiba di Wano Kaza, OMK Didorong Menjadi Gembala bagi Sesama

Must read

Salib SYD IV Tiba di Wano Kaza, OMK Didorong Menjadi Gembala bagi Sesama

WANO KAZA, Gema Kawula — Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Agustinus Wano Kaza menyambut Salib Pra-Sumba Youth Day (SYD) IV dari Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak dengan nuansa budaya Sumba yang kental, Senin (27/4/2026). Tarian Gholeka, Payaghau, serta penyelempangan kain adat mengiringi penerimaan salib sebagai simbol penghormatan dan ungkapan iman kaum muda Katolik menuju SYD IV yang akan berlangsung pada Juni mendatang.

Suasana penyambutan berlangsung khidmat sekaligus penuh sukacita. Rombongan OMK dari Waikabubak diterima di pintu masuk wilayah paroki sebelum bersama-sama menuju gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi penerimaan salib.

Ines, komentator OMK Paroki St. Agustinus Wano Kaza, mengatakan kehadiran salib tidak boleh dipahami sekadar seremoni kegiatan kaum muda, melainkan undangan untuk menghidupi iman secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Salib adalah tanda nyata kehadiran Yesus Kristus dalam peziarahan iman kita. Kehadiran salib bukan sekadar seremonial, melainkan undangan bagi kita semua, khususnya OMK, untuk berani memanggul salib dengan cinta dan ketulusan,” ujarnya saat mengiringi rombongan menuju gereja.

Perayaan Ekaristi dipimpin Moderator OMK, RD. Lukas Bolo Bili. Dalam homilinya, ia mengajak OMK memaknai salib dan panggilan hidup Kristiani melalui gambaran Yesus sebagai gembala yang baik.

Menurut RD. Lukas, Yesus tidak hanya hadir sebagai pemimpin umat, tetapi juga sumber kehidupan rohani yang memberi kekuatan bagi setiap orang beriman.

“Tuhan Yesus Kristus menyebut diri-Nya sebagai gembala yang baik. Berkat penggembalaan-Nya, kita berkelimpahan dalam kehidupan karena menerima makanan rohani, yaitu Tubuh dan Darah Kristus,” katanya.

Ia menegaskan tugas menggembalakan tidak hanya menjadi tanggung jawab imam, tetapi juga seluruh umat yang telah dibaptis. Karena itu, setiap orang dipanggil untuk memimpin, menjaga, dan melayani sesama dengan kasih.

RD. Lukas juga menyinggung makna Yesus sebagai pintu keselamatan. Ia mengatakan pintu menjadi bagian penting dalam sebuah rumah karena memberi rasa aman bagi orang-orang di dalamnya.

“Ketika Yesus menyebut diri-Nya gembala yang baik, Ia sekaligus menunjukkan kriteria seorang gembala. Yesus diibaratkan sebagai pintu. Pintu yang kuat akan menjamin orang-orang di dalam rumah merasa aman,” ujarnya.

Usai perayaan, OMK kedua paroki melanjutkan kebersamaan dalam suasana persaudaraan dan doa bersama. Salib Pra-SYD IV selanjutnya dijadwalkan diantar menuju Paroki St. Matius Palla pada hari berikutnya sebagai bagian dari ziarah iman kaum muda Katolik di Keuskupan Weetebula menuju Sumba Youth Day IV.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article