WEELONDA, Gema Kawula — Umat Stasi St. Yoseph Pekerja Weelonda merayakan Pesta Pelindung sekaligus Hari Ulang Tahun ke-76 stasi dengan Perayaan Ekaristi meriah, Minggu (3/5/2026). Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur, tetapi juga momentum penguatan iman serta kepedulian terhadap persoalan migran dan perantau.
Misa syukur yang dimulai pukul 10.00 WITA dipimpin Pastor Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo, RP. Jairus Nong Bora, O.Carm (Pater Jais), didampingi empat imam konselebran: RP. Yohanes Kopong, O.Carm; RP. Ulrich Waltrianus Le’u, O.Carm; RP. Yohanes Palaama Belang, O.Carm; dan RP. Hendrikus Nggala, O.Carm. Perayaan juga dihadiri seorang bruder, frater, calon biarawan, serta ratusan umat dari berbagai kelompok, termasuk SEKAMI, OMK, dan Dewan Pastoral Paroki.
Dalam pengantar, Pater Jais mengajak umat meneladani St. Yoseph sebagai pribadi yang setia berjalan dalam kebenaran dan kehendak Tuhan.
Dalam homilinya, ia menekankan dua hal utama. Pertama, ia menyampaikan pesan Surat Gembala Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, terkait pentingnya pendataan migran dan perantau asal wilayah tersebut. Menurutnya, langkah ini bertujuan memberikan perlindungan, bukan pembatasan.
“Banyak migran berangkat tanpa dokumen yang lengkap. Karena itu, pendataan menjadi penting agar mereka tetap terpantau dan terlindungi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan umat agar para perantau membawa surat baptis sebagai identitas iman.
Kedua, Pater Jais mengajak umat menjadi murid Kristus yang hidup dalam iman, harap, dan kasih. Ia menggunakan gambaran “batu hidup” untuk menegaskan tanggung jawab setiap umat dalam membangun Gereja.
“Kita adalah batu-batu hidup yang dipakai Tuhan. Mari berlomba menjadi yang pertama menyelesaikan yang belum selesai, termasuk pembangunan gereja ini,” katanya. Ia menambahkan, keteladanan St. Yoseph tampak dalam kesederhanaan, kesetiaan, kerendahan hati, dan kesediaan melaksanakan kehendak Tuhan dalam diam.
Perayaan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Koor dari Lingkungan III St. Alfonsus dan tarian syukur dari Lingkungan I St. Maria menambah semarak liturgi, disambut antusias umat.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan sambutan, pemotongan tumpeng, serta pembagian hadiah turnamen mini antar KUB yang telah digelar sebelumnya.
Ketua Panitia, Kristoforus Bili, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah desa, pihak sekolah, hingga umat yang bekerja secara sukarela. Ia juga mengajak umat menjaga persaudaraan.
“Jangan ada dendam di antara kita. Amarahmu jangan sampai matahari terbenam. Mari kita hidupkan nilai itu setiap hari,” ujarnya.
Ketua Stasi Lambertus Todo turut mengapresiasi keterlibatan umat dalam menyukseskan perayaan. Ia mengajak umat terus meneladani semangat kerja dan kesetiaan St. Yoseph Pekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sekretaris Desa Watu Kawula, Stefen Dowa Goro, yang mewakili pemerintah desa, menegaskan pentingnya bekerja dengan baik, baik di dalam maupun di luar Sumba. Ia juga mengajak umat menghidupkan gerakan kebersihan lingkungan secara rutin.
Menutup rangkaian sambutan, Pater Jais menegaskan tema pesta tahun ini, “Bergembira, Bersatu, dan Melayani dengan Kasih”, sebagai arah hidup bersama.
“Proficiat untuk HUT ke-76 St. Yoseph Pekerja Weelonda. Semoga kita semakin kuat, tangguh, dan militan dalam iman,” ujarnya.
Sebagai ungkapan syukur, tumpeng dipotong oleh Pater Jais bersama tokoh umat. Perayaan ditutup dengan ramah tamah, penampilan tarian anak-anak SEKAMI, dan kebersamaan seluruh umat dalam suasana penuh sukacita.

