WEEPANERU, Gema Kawula — Ratusan umat Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Kererobbo memadati Katakombe Weepaneru, Sumba Barat Daya, dalam Perayaan Ekaristi pembukaan Bulan Maria, Jumat (1/5/2026). Perayaan ini menjadi penanda dimulainya devosi khusus kepada Bunda Maria yang dihayati umat sepanjang Mei.
Misa yang dimulai pukul 16.00 WITA itu dipimpin RP. Hendrikus Nggala, O.Carm, bersama Pastor Paroki RP. Jairus Nong Bora, O.Carm, serta para imam konselebran, yakni RP. Ulrich Waltrianus Le’u, O.Carm, dan RP. Yohanes Palaama Belang, O.Carm. Sebelum perayaan Ekaristi, umat terlebih dahulu mendaraskan doa Rosario bersama. Suasana semakin semarak dengan nyanyian pembuka yang dibawakan umat Stasi St. Aloysius Kalembu Paneta.
Dalam homilinya, RP. Hendrikus Nggala—yang akrab disapa Pater Endo—menegaskan pentingnya devosi kepada Bunda Maria sebagai bagian dari hidup iman umat. Ia mengajak umat untuk meneladani kerendahan hati Maria serta perannya dalam mendidik Yesus dengan penuh kasih.
“Gereja sangat menghormati Bunda Maria. Kita diajak meneladani hidupnya yang rendah hati dan penuh kasih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar devosi tidak berhenti pada praktik doa semata, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan hanya aktif dalam doa Rosario, tetapi hidupi cinta kasih di dalam keluarga, lingkungan kerja, dan di mana pun kita berada,” katanya.
Menjelang berkat penutup, Pastor Paroki RP. Jairus Nong Bora, O.Carm, memberikan perhatian khusus pada pentingnya menjaga Katakombe Weepaneru sebagai tempat doa. Ia mengajak umat untuk merawat dan mengembangkan fasilitas tersebut secara bersama-sama.
“Mari kita jaga tempat kudus ini. Apa yang kita persembahkan untuk Tuhan juga kita gunakan sebagai sarana untuk memuji dan memuliakan nama-Nya,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap kegiatan yang dilaksanakan di tempat itu akan mendukung penataan dan pembangunan kawasan doa tersebut.
Perayaan berlangsung khidmat. Iringan paduan suara dari umat Stasi St. Aloysius Kalembu Paneta turut memperdalam suasana doa, membawa umat semakin larut dalam penghayatan iman di awal Bulan Maria.


