29.6 C
Sumba
Sunday, August 16, 2026
Media Resmi Keuskupan Weetebula

Rayakan Kaul Kekal, Sr. Stefani Emelinda Dora, PIJ Persembahkan Hidup Sepenuhnya bagi Kristus

Must read

MANOLA, GEMA KAWULA — Setelah menempuh perjalanan panjang dalam hidup membiara, Sr. Stefani Emelinda Dora, PIJ akhirnya mengikrarkan kesetiaan seumur hidup kepada Kristus. Ungkapan syukur atas Kaul Kekalnya dirayakan dalam Perayaan Ekaristi di rumah keluarganya di Manola, Paroki Santo Yoseph Manola, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (24/7).

Perayaan syukur yang mengusung moto “Dibentuk oleh Kasih, Diutus untuk Melayani” itu dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Weetebula, Pater Agustinus Malo Bulu, CSsR, bersama Pastor Paroki Santo Yoseph Manola dan sejumlah imam yang turut berkonselebrasi. Momentum syukur tersebut juga dirangkaikan dengan purnabakti Bapak Emanuel Dangga Dora, yang menutup masa pengabdiannya setelah bertahun-tahun melayani sebagai guru agama.

Rangkaian perayaan diawali dengan penjemputan Sr. Stefani Emelinda Dora dari Biara Sang Timur Manola menuju rumah keluarga di Padalluka, Manola. Kehadiran suster, Pater Vikjen, Pastor Paroki, dan rombongan disambut keluarga serta umat dengan tarian adat Sumba sebagai ungkapan sukacita dan penghormatan.

Setelah prosesi penyambutan dan ramah tamah singkat, umat mengikuti Perayaan Ekaristi sebagai puncak acara syukur. Dalam homilinya, Pater Agustinus Malo Bulu, CSsR menegaskan bahwa Tuhan memanggil setiap orang melalui cara-cara yang sederhana dan mengutus mereka untuk menghasilkan buah sesuai panggilannya.

“Tuhan memanggil setiap orang dengan cara-Nya sendiri. Tidak selalu melalui peristiwa yang luar biasa, tetapi justru melalui pengalaman-pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” kata Pater Agustinus.

Ia menegaskan bahwa hidup membiara maupun hidup berkeluarga sama-sama merupakan jalan menuju kekudusan apabila dijalani dengan setia. Karena itu, ia mengajak umat agar tidak takut menjawab panggilan Tuhan.

“Jangan takut. Tuhan tidak menjanjikan jalan yang selalu mudah, tetapi Dia menjanjikan penyertaan-Nya bagi setiap orang yang setia pada panggilannya,” ujarnya.

Perayaan itu menjadi semakin bermakna karena disatukan dengan syukur purnabakti Bapak Emanuel Dangga Dora. Setelah mengabdikan sebagian besar hidupnya sebagai guru agama, ia mengakhiri masa tugasnya dengan penuh rasa syukur atas penyertaan Tuhan. Dalam kesempatan itu, Pater Agustinus mengingatkan bahwa masa pensiun bukanlah akhir pelayanan, melainkan kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan dan terus menjadi teladan bagi keluarga maupun masyarakat.

Sr. Stefani Emelinda Dora, PIJ merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Setelah kedua orang tua kandungnya meninggal dunia, ia dibesarkan dan diterima sebagai anak sulung dalam keluarga Bapak Emanuel Dangga Dora bersama empat saudara lainnya. Dukungan keluarga menjadi fondasi yang menguatkan langkahnya menapaki panggilan hidup membiara.

Dalam sharing usai Perayaan Ekaristi, Sr. Stefani mengenang bahwa benih panggilannya mulai tumbuh ketika masih duduk di bangku kelas III SMA. Meski sempat dihadapkan pada berbagai pilihan, ia tetap mantap mengikuti panggilan Tuhan.

“Saya percaya Tuhan mempunyai rencana yang indah. Dukungan keluarga membuat saya berani mengatakan ‘ya’ dan mempersembahkan hidup sepenuhnya bagi Tuhan dalam Kongregasi Sang Timur,” ungkap Sr. Stefani.

Kini, setelah mengikrarkan Kaul Kekal, Sr. Stefani Emelinda Dora, PIJ masih melanjutkan studi di Yogyakarta sebagai bagian dari pembinaan dan persiapan pelayanan dalam kongregasinya. Kaul Kekal yang diucapkannya menjadi peneguhan atas penyerahan diri secara total kepada Allah untuk berkarya melayani Gereja dan sesama.

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan resepsi yang disiapkan keluarga. Suasana penuh sukacita dan kehangatan menyatukan keluarga, para imam, suster, umat, serta para tamu yang hadir. Hari itu menjadi perayaan atas dua bentuk kesetiaan: kesetiaan seorang putri yang mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Kristus, dan kesetiaan seorang ayah yang menuntaskan pengabdian panjangnya dalam dunia pendidikan dan pewartaan iman.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article