{"id":1765,"date":"2026-09-06T02:51:13","date_gmt":"2026-09-06T02:51:13","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1765"},"modified":"2026-09-06T02:51:13","modified_gmt":"2026-09-06T02:51:13","slug":"minggu-pekan-biasa-xxiii-hari-minggu-kitab-suci-nasional-bksn-warna-liturgi-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/09\/06\/minggu-pekan-biasa-xxiii-hari-minggu-kitab-suci-nasional-bksn-warna-liturgi-hijau\/","title":{"rendered":"MINGGU PEKAN BIASA XXIII Hari Minggu Kitab Suci Nasional (BKSN) Warna Liturgi: Hijau"},"content":{"rendered":"<p><strong>MINGGU PEKAN BIASA XXIII<br \/>\nHari Minggu Kitab Suci Nasional (BKSN)<\/strong><br \/>\n<strong>Warna Liturgi: Hijau<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bacaan I \u2013 Yehezkile 33:7-9<\/strong><br \/>\n<em>Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari padamu.<\/em><\/p>\n<p>Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:<\/p>\n<p>Beginilah firman Tuhan, \u201cWahai engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar suatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, maka orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi dari padamu Aku akan menuntut pertanggunganjawaban atas nyawanya. Sebaliknya, jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.\u201d<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Mazmur Tanggapan \u2013 Mazmur 95:1-2.6-7.8-9 \u2013 Refren:8<\/strong><br \/>\n<em>Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.<\/li>\n<li>Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.<\/li>\n<li>Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, Janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Bacaan II \u2013 Roma 13:8-10<\/strong><br \/>\n<em>Kasih itu kegenapan hukum Taurat.<\/em><\/p>\n<p>Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:<\/p>\n<p>Saudara-saudara, janganlah berhutang apa-apa kepada siapa pun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman berikut ini: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, serta segala firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Bait Pengantar Injil \u2013 2 Korintus 5:19<\/strong><br \/>\n<em>Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dan Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.<\/em><\/p>\n<p><strong>Bacaan Injil \u2013 Matius 18:15-20<\/strong><br \/>\n<em>Jika seorang berdosa mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali.<\/em><\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cApabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.\u201d<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Renungan<\/strong><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"27\" data-end=\"394\">Tidak mudah menegur orang lain. Kita takut orang itu tersinggung, marah, atau menjauh dari kita. Karena itu, kita sering memilih diam. Namun, ada juga orang yang mudah sekali menegur, bahkan mempermalukan kesalahan sesamanya di depan banyak orang. Sabda Tuhan hari ini mengajarkan bahwa menegur adalah bagian dari kasih, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar.<\/p>\n<p data-start=\"396\" data-end=\"779\">Dalam bacaan pertama, Tuhan mengangkat Nabi Yehezkiel menjadi penjaga bagi umat Israel. Seorang penjaga harus tetap waspada. Ketika melihat bahaya, ia harus memberi peringatan. Jika ia diam, orang lain dapat mengalami celaka. Pesan ini juga ditujukan kepada kita. Kita tidak boleh bersikap masa bodoh ketika melihat anggota keluarga, sahabat, atau sesama berjalan ke arah yang salah.<\/p>\n<p data-start=\"781\" data-end=\"1240\">Namun, menegur bukan berarti merasa diri paling benar. Kita menegur bukan karena membenci, melainkan karena peduli. Santo Paulus dalam bacaan kedua berkata, \u201cKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama. Karena itu, menegur yang benar harus lahir dari kasih. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menyelamatkan; bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk membantu orang kembali ke jalan yang baik.<\/p>\n<p data-start=\"1242\" data-end=\"1557\">Dalam Injil, Yesus memberikan cara yang sangat bijaksana. Jika saudaramu berbuat salah, datanglah dan bicaralah dengan dia secara pribadi. Jangan langsung menceritakan kesalahannya kepada orang lain. Jangan menyebarkannya sebagai bahan gosip. Jangan pula membuka aibnya di media sosial. Datanglah dari hati ke hati.<\/p>\n<p data-start=\"1559\" data-end=\"1850\">Kadang-kadang kita melakukan hal yang terbalik. Ketika seseorang berbuat salah, semua orang mengetahuinya, kecuali orang yang bersangkutan. Kita berani membicarakannya di belakang, tetapi tidak berani berbicara langsung kepadanya. Akibatnya, masalah tidak selesai dan hubungan semakin rusak.<\/p>\n<p data-start=\"1852\" data-end=\"2259\">Yesus mengajarkan beberapa langkah. Pertama, berbicara secara pribadi. Jika tidak berhasil, ajaklah satu atau dua orang yang bijaksana untuk membantu. Jika masih belum berhasil, barulah persoalan itu dibawa kepada jemaat. Artinya, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan sabar dan bertahap. Kita harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan, menyadari kesalahan, dan memperbaiki diri.<\/p>\n<p data-start=\"2261\" data-end=\"2566\">Sabda Tuhan hari ini mengajak kita memeriksa diri. Ketika melihat kesalahan sesama, apakah kita berusaha menolongnya atau justru mempermalukannya? Apakah kita berbicara langsung kepadanya atau menyebarkan kesalahannya kepada orang lain? Apakah teguran kita lahir dari kasih atau dari kemarahan dan dendam?<\/p>\n<p data-start=\"2568\" data-end=\"2867\">Kita juga perlu memiliki kerendahan hati ketika menerima teguran. Jangan langsung marah atau membela diri. Mungkin cara orang menegur kita kurang baik, tetapi bisa saja ada kebenaran yang perlu kita dengarkan. Teguran yang jujur dapat menjadi cara Tuhan untuk menyadarkan dan memperbaiki hidup kita.<\/p>\n<p data-start=\"2869\" data-end=\"3161\">Yesus kemudian berkata, \u201cDi mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka.\u201d Tuhan ingin hadir di tengah keluarga dan komunitas kita. Namun, kehadiran-Nya harus tampak dalam kesediaan untuk berdamai, saling mengampuni, saling menasihati, dan saling menjaga.<\/p>\n<p data-start=\"3163\" data-end=\"3459\">Saudara-saudari terkasih, kita semua pernah melakukan kesalahan. Karena itu, jangan merasa lebih suci ketika menegur orang lain. Tegurlah dengan rendah hati dan penuh kasih. Jika kita ditegur, terimalah dengan hati terbuka. Jangan membenci orang berdosa, tetapi bantulah dia meninggalkan dosanya.<\/p>\n<p data-start=\"3461\" data-end=\"3806\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Marilah kita memohon kepada Tuhan agar mulut kita tidak dipakai untuk bergosip dan menyebarkan kesalahan orang lain. Semoga mulut kita dipakai untuk mengatakan kebenaran dengan kasih, tangan kita dipakai untuk merangkul, dan hati kita selalu siap mengampuni. Dengan demikian, keluarga dan komunitas kita menjadi tempat Tuhan sungguh hadir. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MINGGU PEKAN BIASA XXIII Hari Minggu Kitab Suci Nasional (BKSN) Warna Liturgi: Hijau Bacaan I \u2013 Yehezkile 33:7-9 Jika engkau tidak berkata apa-apa kepada orang jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari padamu. Bacaan dari Nubuat Yehezkiel: Beginilah firman Tuhan, \u201cWahai engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1766,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[786,370,788,733,784,783,780,62,755,787,785],"class_list":["post-1765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-renungan","tag-berani-mengingatkan","tag-gereja-katolik","tag-hidup-dalam-kasih","tag-iman-katolik","tag-kasih-persaudaraan","tag-menegur-dengan-kasih","tag-rendah-hati","tag-renungan-harian","tag-sabda-tuhan","tag-saling-mengampuni","tag-saling-menjaga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1765"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1767,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1765\/revisions\/1767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}