{"id":1685,"date":"2026-07-25T21:05:48","date_gmt":"2026-07-25T21:05:48","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1685"},"modified":"2026-07-25T21:06:09","modified_gmt":"2026-07-25T21:06:09","slug":"rayakan-25-tahun-membiara-pater-marselinus-teguhkan-kesetiaan-dalam-panggilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/07\/25\/rayakan-25-tahun-membiara-pater-marselinus-teguhkan-kesetiaan-dalam-panggilan\/","title":{"rendered":"Rayakan 25 Tahun Hidup Membiara, Pater Marselinus Teguhkan Kesetiaan dalam Panggilan"},"content":{"rendered":"<p><strong>KALEMBU WERI, GEMA KAWULA<\/strong> \u2014 Kesetiaan menjadi benang merah yang mewarnai Perayaan Ekaristi Syukur 25 Tahun Hidup Membiara Pater Marselinus Lelu Lede, CSsR, di Kampung Kalembu Weri, Desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat, 24 Juli 2026. Perayaan yang dihadiri ratusan umat, imam, serta biarawan-biarawati itu menjadi ungkapan syukur atas seperempat abad perjalanan panggilan religius sang misionaris Redemptoris.<\/p>\n<p>Perayaan Ekaristi dimulai pukul 16.30 WITA. Iringan tarian adat khas Wewewa mengantar para imam menuju altar. Meskipun hujan beberapa kali mengguyur lokasi perayaan, suasana syukur tetap terasa hangat. Umat bertahan mengikuti seluruh rangkaian liturgi hingga selesai.<\/p>\n<p>Misa syukur dipimpin langsung oleh Pater Marselinus Lelu Lede, CSsR, didampingi Provinsial Redemptoris Indonesia Pater Yakobus Umbu Warata, CSsR, Pastor Paroki Rm. Eduwardus Saba Tudung, Pr., serta sejumlah imam konselebran lainnya. Perayaan berlangsung di kediaman keluarga Bapak Lede Pati.<\/p>\n<p>Dalam homilinya, Pater Doni Kleden, CSsR, menegaskan bahwa makna terdalam dari perayaan 25 tahun hidup membiara bukan sekadar lamanya waktu mengabdi, melainkan kesetiaan terhadap panggilan Allah.<\/p>\n<p>&#8220;Allah selalu setia menyertai orang-orang yang dipanggil-Nya. Pertanyaannya, setia untuk apa?&#8221; kata Pater Doni.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1688\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-630x420.jpeg 630w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-150x100.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-696x464.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01716.JPG-1-1920x1280.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Menurutnya, hidup membiara tidak berhenti pada pribadi seorang religius, tetapi selalu diarahkan kepada misi Gereja, yakni evangelisasi dan pewartaan Injil.<\/p>\n<p>&#8220;Hidup membiara bukan tujuan pada dirinya sendiri. Hidup membiara diarahkan untuk melayani Gereja, untuk evangelisasi, dan untuk pewartaan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa para religius dipanggil menjadi &#8220;Injil yang hidup&#8221; melalui kesederhanaan, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam menjalankan kaul kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan. Kaul-kaul itu, menurutnya, bukan beban, melainkan kesaksian iman yang menghadirkan Allah melalui kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Apresiasi juga disampaikan Provinsial Redemptoris Indonesia, Pater Yakobus Umbu Warata, CSsR (Pater Jack). Ia itu mengenal Pater Marselinus sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan selalu siap diutus ke mana pun.<\/p>\n<p>&#8220;Sejauh yang saya kenal, Pater Marsel adalah pribadi yang sederhana, tangguh, dan setia dalam pelayanan. Ia selalu mengatakan siap dalam situasi apa pun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1686\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-630x420.jpeg 630w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-150x100.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-696x464.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS02046.JPG-1-1920x1280.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Untuk menggambarkan dedikasi sang yubilaris, Pater Jack mengutip pepatah Wewewa, <em>&#8220;Dara da dukkana malle, keila da dukkana lera,&#8221;<\/em> yang berarti kuda yang tidak pernah berhenti berlari dan burung yang tidak pernah berhenti terbang.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi saya, begitulah Pater Marsel menjalani 25 tahun hidup membiara sebagai misionaris Redemptoris,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pater Marselinus Lelu Lede mengakui bahwa perjalanan sebagai imam dan misionaris tidak selalu mudah. Berbagai kegagalan, kelelahan, dan tantangan menjadi bagian dari perjalanan panggilannya. Namun, ia meyakini bahwa kesetiaan kepada Tuhan menjadi kekuatan untuk terus melangkah.<\/p>\n<p>&#8220;Menjalani hidup membiara selama 25 tahun tentu penuh jatuh bangun. Tetapi saya tetap bersyukur karena Tuhan selalu hadir melalui keluarga, umat, dan semua orang yang saya jumpai sepanjang perjalanan panggilan ini. Saya percaya kuasa Tuhan bekerja begitu besar dalam perjalanan hidup dan panggilan saya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia juga bersyukur atas kesempatan menjalani perutusan sebagai misionaris Redemptoris di Keuskupan Ketapang, Kalimantan. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi bagian penting yang membentuk iman dan pelayanannya selama seperempat abad terakhir.<\/p>\n<p>Perayaan syukur tersebut tidak hanya menjadi penanda perjalanan 25 tahun hidup membiara, tetapi juga menjadi peneguhan bahwa panggilan religius bertahan karena kesetiaan manusia yang terus disempurnakan oleh rahmat dan penyertaan Allah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1687\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-630x420.jpeg 630w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-150x100.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-696x464.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KMS01885.JPG-1-1920x1280.jpeg 1920w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KALEMBU WERI, GEMA KAWULA \u2014 Kesetiaan menjadi benang merah yang mewarnai Perayaan Ekaristi Syukur 25 Tahun Hidup Membiara Pater Marselinus Lelu Lede, CSsR, di Kampung Kalembu Weri, Desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat, 24 Juli 2026. Perayaan yang dihadiri ratusan umat, imam, serta biarawan-biarawati itu menjadi ungkapan syukur atas seperempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1689,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[721,727,399,370,725,728,726,722,729,724,376,723,328],"class_list":["post-1685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kongregasi","tag-25-tahun-hidup-membiara","tag-evangelisasi","tag-gema-kawula","tag-gereja-katolik","tag-hidup-membiara","tag-kalembu-weri","tag-kesetiaan-dalam-panggilan","tag-misionaris-redemptoris","tag-panggilan-religius","tag-pater-yakobus-umbu-warata","tag-pewartaan-injil","tag-redemptoris-indonesia","tag-sumba-barat-daya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1685"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1691,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions\/1691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}