{"id":1410,"date":"2026-05-04T22:44:25","date_gmt":"2026-05-04T22:44:25","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1410"},"modified":"2026-05-04T22:44:25","modified_gmt":"2026-05-04T22:44:25","slug":"95-anak-ikuti-kursus-komuni-pertama-gereja-tegaskan-orang-tua-tak-boleh-pasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/05\/04\/95-anak-ikuti-kursus-komuni-pertama-gereja-tegaskan-orang-tua-tak-boleh-pasif\/","title":{"rendered":"95 Anak Ikuti Kursus Komuni Pertama, Gereja Tegaskan: Orang Tua Tak Boleh Pasif"},"content":{"rendered":"<p><strong>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014<\/strong> Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula resmi membuka Kursus Komuni Pertama bagi 95 anak dan remaja, Senin (4\/5\/2026). Sejak awal, Gereja menegaskan peran sentral keluarga dengan menghadirkan para orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pembinaan iman anak.<\/p>\n<p data-start=\"326\" data-end=\"740\">Pembukaan yang berlangsung di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula itu tidak sekadar seremoni. Pastor Paroki, RD Louis Keban, menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan iman pertama-tama berada di tangan orang tua. \u201cOrang tua tidak boleh pasif. Anak-anak ini adalah anugerah Tuhan, dan tugas mendidik iman adalah tugas utama keluarga,\u201d ujarnya di hadapan peserta dan orang tua.<\/p>\n<p data-start=\"742\" data-end=\"1037\">Ia mengingatkan, Kursus Komuni Pertama bukanlah formalitas menuju penerimaan sakramen, melainkan proses pembinaan menyeluruh yang menyentuh iman, moral, dan sikap hidup sehari-hari. Keprihatinan terhadap meningkatnya kenakalan remaja, menurutnya, tidak lepas dari lemahnya pendampingan keluarga.<\/p>\n<p data-start=\"1039\" data-end=\"1253\">Karena itu, kursus ini diharapkan menjadi momentum bagi orang tua untuk kembali hadir\u2014bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual\u2014dalam kehidupan anak.<\/p>\n<p data-start=\"1255\" data-end=\"1552\">Dalam tradisi Gereja Katolik, Komuni Pertama menandai tahap penting dalam perjalanan iman seorang anak. Melalui Ekaristi, umat menerima Tubuh dan Darah Kristus sebagai santapan rohani. Bagi anak-anak, momen ini menjadi tanda bahwa mereka mulai mengambil bagian secara sadar dalam kehidupan Gereja.<\/p>\n<p data-start=\"1554\" data-end=\"1800\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1412\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-300x225.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-768x576.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-560x420.jpeg 560w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-80x60.jpeg 80w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-150x113.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-696x522.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.37.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Lebih dari sekadar pemahaman pengetahuan, proses persiapan diarahkan pada pembentukan hati dan karakter. Anak-anak diajak mengenal kasih Kristus dan menghidupi nilai-nilai Injil seperti kejujuran, pengampunan, kerendahan hati, dan tanggung jawab.<\/p>\n<p data-start=\"1802\" data-end=\"2035\">Kursus yang diselenggarakan paroki dirancang untuk membantu peserta memahami makna Ekaristi secara mendalam, sekaligus menumbuhkan sikap hormat, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan iman.<\/p>\n<p data-start=\"2037\" data-end=\"2300\">Salah satu orang tua peserta, Agustina Dada Bulu, berharap kegiatan ini memberi dampak nyata bagi perkembangan anaknya. \u201cSaya berharap anak saya dapat menemukan teman baru dan bisa bersosialisasi dengan baik. Dan saya juga berharap, materi kursus yang diberikan sungguh membantu anak saya bertumbuh dalam iman,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh sukacita. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pembukaan hingga pengenalan program kursus.<\/p>\n<p data-start=\"2487\" data-end=\"2822\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Kursus Komuni Pertama ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei hingga awal Juni 2026. Melalui proses tersebut, Gereja berharap para peserta tidak hanya siap menerima sakramen secara layak, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi beriman, berkarakter dan mampu menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1411 size-large\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-560x420.jpeg 560w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-80x60.jpeg 80w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-150x113.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-696x522.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-23.39.35-1.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014 Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula resmi membuka Kursus Komuni Pertama bagi 95 anak dan remaja, Senin (4\/5\/2026). Sejak awal, Gereja menegaskan peran sentral keluarga dengan menghadirkan para orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pembinaan iman anak. Pembukaan yang berlangsung di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula itu tidak sekadar seremoni. Pastor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[99],"tags":[399,370,133,529,40,121,524,525,531,526,530,527,528,328,348],"class_list":["post-1410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-headline","tag-gema-kawula","tag-gereja-katolik","tag-katedral-weetebula","tag-katekese-anak","tag-keluarga-katolik","tag-keuskupan-weetebula","tag-komuni-pertama","tag-kursus-komuni-pertama","tag-nusa-tenggara-timur","tag-paroki-katedral-roh-kudus","tag-pastoral-anak","tag-pendidikan-iman-anak","tag-peran-orang-tua","tag-sumba-barat-daya","tag-weetebula"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1410"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1414,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1410\/revisions\/1414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}