{"id":1255,"date":"2026-04-23T02:56:47","date_gmt":"2026-04-23T02:56:47","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1255"},"modified":"2026-04-23T02:56:47","modified_gmt":"2026-04-23T02:56:47","slug":"bukan-jabatan-ini-panggilan-tangis-haru-iringi-tahbisan-empat-diakon-di-weetebula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/04\/23\/bukan-jabatan-ini-panggilan-tangis-haru-iringi-tahbisan-empat-diakon-di-weetebula\/","title":{"rendered":"Bukan Jabatan, Ini Panggilan: Tangis Haru Iringi Tahbisan Empat Diakon di Weetebula"},"content":{"rendered":"<p><strong>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014<\/strong> Empat frater Kongregasi Redemptoris ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Edmund Woga, CSsR, dalam perayaan Ekaristi di Katedral Roh Kudus Weetebula, Rabu (22\/4\/2025). Tahbisan yang berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat itu menjadi penanda langkah baru mereka menuju imamat.<\/p>\n<p>Keempat frater tersebut adalah Fr. Bartolomeus Rowa Sogen, CSsR; Fr. Crispinus Erwin Kellen, CSsR; Fr. George Glinca Juang Tena, CSsR; dan Fr. Juliant Pedro Claudio, CSsR. Melalui ritus pentahbisan, mereka resmi memasuki tahap pelayanan sebagai diakon dalam Gereja.<\/p>\n<p>Perayaan dipenuhi imam, biarawan, dan biarawati dari berbagai paroki, lembaga, dan komunitas. Suasana haru tak terelakkan, terutama saat ritus tahbisan berlangsung\u2014menyiratkan perjalanan panjang panggilan yang kini mencapai tahap baru.<\/p>\n<p>Dalam homilinya, Uskup Edmund menegaskan bahwa diakon bukanlah jabatan, melainkan panggilan untuk melayani. Sejak awal Gereja, katanya, diakon dihadirkan untuk memastikan pelayanan berjalan adil, terutama bagi mereka yang kecil dan terpinggirkan.<\/p>\n<p>\u201cPelayanan bukan soal posisi, tetapi kesiapsediaan untuk mengutamakan orang lain. Seorang diakon harus hidup dalam kerendahan hati dan menjadi saksi, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1257\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-746x420.jpg 746w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-150x84.jpg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-696x392.jpg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-1068x601.jpg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04106-1-1920x1080.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Uskup juga mengingatkan bahwa panggilan adalah inisiatif Allah. Karena itu, tidak ada alasan untuk mundur dengan dalih keterbatasan. \u201cKalau Tuhan memanggil, Tuhan juga menyertai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam sambutan mewakili teman-temannya daikon Pedro mengungkapkan secara jujur tentang perjalanan panggilan mereka. Jalan menuju tahbisan, katanya, bukan tanpa tantangan\u2014dipenuhi jatuh bangun, sukacita sekaligus \u201cpahit getir\u201d, serta pergulatan dengan keterbatasan diri.<\/p>\n<p>\u201cKami adalah orang-orang yang rapuh, berasal dari keluarga yang tidak sempurna. Namun cinta Tuhan bekerja dengan cara yang mengejutkan, hingga kami sampai di titik ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Tema tahbisan yang diambil dari Injil Lukas 5:10\u2014<em>\u201cJangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjadi penjala manusia\u201d<\/em>\u2014menjadi dasar spiritual yang meneguhkan langkah mereka dalam pelayanan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Provinsial Redemptoris Indonesia Yakobus Umbu Warata, CSsR, menyoroti dimensi manusiawi dari perayaan tersebut. Ia mengungkapkan momen haru ketika diakon Pedro tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan sambutan.<\/p>\n<p>\u201cItu bukan sekadar emosi pribadi. Itu air mata dari perjalanan panjang\u2014air mata doa, lutut yang lelah, dan perjuangan yang tidak selalu terlihat, baik dari para diakon maupun orang tua mereka,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Mengutip pesan Uskup saat penyerahan Kitab Suci, ia menegaskan arah hidup para diakon: \u201cTerimalah Injil Tuhan. Apa yang kamu baca, kamu imani. Apa yang kamu imani, kamu ajarkan. Dan apa yang kamu ajarkan, kamu hidupi.\u201d Pesan itu, katanya, menjadi garis tegas bahwa pelayanan adalah kesaksian hidup, bukan sekadar kemampuan berbicara.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1260\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-300x169.jpg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-768x432.jpg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-746x420.jpg 746w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-150x84.jpg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-696x392.jpg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-1068x601.jpg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/KMS04120-1920x1080.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Usai tahbisan, para diakon diutus ke berbagai tempat pelayanan: diakon Bartolomeus Rowa Sogen ke Paroki Santa Maria Homba Karipit; diakon Crispinus Erwin Kellen ke Paroki Sang Penebus Wara; diakon George Glinca Juang Tena ke Keuskupan Agung Ende; dan diakon Juliant Pedro Claudio ke Keuskupan Maumere.<\/p>\n<p>Pengutusan ini menegaskan bahwa tahbisan bukanlah akhir, melainkan awal dari pelayanan nyata di tengah umat. Di hadapan Gereja yang penuh harapan, para diakon diutus bukan sebagai pribadi yang sempurna, tetapi sebagai pelayan yang bersedia memberi diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014 Empat frater Kongregasi Redemptoris ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Edmund Woga, CSsR, dalam perayaan Ekaristi di Katedral Roh Kudus Weetebula, Rabu (22\/4\/2025). Tahbisan yang berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat itu menjadi penanda langkah baru mereka menuju imamat. Keempat frater tersebut adalah Fr. Bartolomeus Rowa Sogen, CSsR; Fr. Crispinus Erwin Kellen, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[99],"tags":[],"class_list":["post-1255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1261,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1255\/revisions\/1261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}