{"id":1253,"date":"2026-04-22T21:56:03","date_gmt":"2026-04-22T21:56:03","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1253"},"modified":"2026-04-23T03:19:49","modified_gmt":"2026-04-23T03:19:49","slug":"dari-podcast-ke-aksi-omk-dipanggil-selamatkan-pendidikan-sumba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/04\/22\/dari-podcast-ke-aksi-omk-dipanggil-selamatkan-pendidikan-sumba\/","title":{"rendered":"Dari Podcast ke Aksi: OMK Dipanggil Selamatkan Pendidikan Sumba"},"content":{"rendered":"<p><strong>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014<\/strong> Rendahnya literasi, akses pendidikan yang timpang, dan tingginya angka putus sekolah di Sumba bukan lagi sekadar statistik. Ini krisis. Hal itu mengemuka dalam <em data-start=\"342\" data-end=\"360\">Vox Mudi Podcast<\/em> yang tayang Rabu (22\/4\/2026), menghadirkan Frans Seda dan Roswita Asti Kulla. Podcast Pra <em data-start=\"505\" data-end=\"522\">Sumba Youth Day<\/em> IV yang diinisiasi Rm. Jegho itu mengajak Orang Muda Katolik (OMK) untuk bergerak.<\/p>\n<p data-start=\"639\" data-end=\"860\">Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pra SYD IV yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Podcast diposisikan sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan konkret bagi OMK untuk terlibat dalam menjawab persoalan sosial.<\/p>\n<p data-start=\"862\" data-end=\"969\">Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp, Rm. Jegho mengatakan podcast dipilih karena dekat dengan kaum muda.\u00a0\u201cIni bagian dari proses Pra SYD IV. Tema yang diangkat adalah keprihatinan Gereja terhadap persoalan OMK\u2014pendidikan, kesehatan mental, migrasi, hingga perkawinan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"1147\" data-end=\"1253\">Dalam diskusi, Pater Frans Seda menegaskan persoalan pendidikan di Sumba bersifat struktural dan kultural.\u00a0\u201cPendidikan belum menjadi prioritas di banyak tempat. Ini soal cara pandang yang harus dibenahi,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1365\" data-end=\"1560\">Ia juga menyoroti lemahnya manajemen pendidikan dan keterbatasan fasilitas di wilayah 3T yang berkontribusi pada tingginya angka putus sekolah. Namun, yang paling mendesak adalah krisis literasi.\u00a0\u201cMasih banyak anak belum lancar membaca, bahkan sampai jenjang lebih tinggi. Ini kenyataan di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"1679\" data-end=\"1807\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1249\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-300x225.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-768x576.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-560x420.jpeg 560w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-80x60.jpeg 80w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-150x113.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-696x522.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.41.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Pater Frans menekankan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk OMK dan Gereja.\u00a0\u201cParoki bisa menjadi pusat gerakan literasi\u2014melalui taman baca, kelompok belajar, atau ruang diskusi,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1924\" data-end=\"1984\">Ia menambahkan, gerakan itu harus dimulai dari diri sendiri. \u201cOMK perlu membangun literasi diri\u2014membiasakan membaca dan berpikir kritis.\u201d<\/p>\n<p data-start=\"2066\" data-end=\"2198\">Sementara itu, Roswita Asti Kulla menawarkan pendekatan pendidikan berbasis konteks lokal melalui gerakan <em data-start=\"2172\" data-end=\"2197\">English Goes to Kampung<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"2202\" data-end=\"2322\">\u201cPendidikan harus dekat dengan dunia anak-anak. Tidak bisa dipaksakan dari luar tanpa memahami konteks mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2324\" data-end=\"2385\">Ia menilai keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak.\u00a0\u201cMulai dari apa yang ada. Yang penting anak-anak belajar dan percaya diri.\u201d<\/p>\n<p data-start=\"2466\" data-end=\"2533\">Asti juga menekankan pentingnya kepekaan terhadap persoalan sosial.\u00a0\u201cKeresahan itu tanda bahwa kita dipanggil untuk bertindak,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"2607\" data-end=\"2656\">Ia mengingatkan OMK untuk tidak merendahkan diri.\u00a0\u201cPotensi kita besar, kalau mau diolah dengan sungguh-sungguh.\u201d\u00a0Menurut dia, perubahan dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten.<\/p>\n<p data-start=\"2804\" data-end=\"2900\">Melalui podcast ini, Gereja berharap OMK tidak hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku perubahan.<\/p>\n<p data-start=\"2902\" data-end=\"3042\">Rm. Jegho mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran dan mendorong keterlibatan nyata kaum muda dalam dunia pendidikan.\u00a0\u201cHarapannya, OMK lebih aktif mengambil peran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumba,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"3151\" data-end=\"3224\">Di akhir diskusi, Asti merangkum ajakan itu dalam tiga langkah sederhana:\u00a0\u201cHadir, mulai, dan ulangi terus.\u201d<\/p>\n<p data-start=\"3263\" data-end=\"3401\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan langkah kecil yang konsisten, OMK diharapkan menjadi \u201cmisionaris pengharapan\u201d yang menggerakkan perubahan dari lingkungan terdekat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1248\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-22-at-13.41.42-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WEETEBULA, Gema Kawula \u2014 Rendahnya literasi, akses pendidikan yang timpang, dan tingginya angka putus sekolah di Sumba bukan lagi sekadar statistik. Ini krisis. Hal itu mengemuka dalam Vox Mudi Podcast yang tayang Rabu (22\/4\/2026), menghadirkan Frans Seda dan Roswita Asti Kulla. Podcast Pra Sumba Youth Day IV yang diinisiasi Rm. Jegho itu mengajak Orang Muda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,30,15],"tags":[379,385,386,383,378,382,384,380,381,388,387],"class_list":["post-1253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kategorial","category-kepemudaan","category-omk","tag-akses-pendidikan","tag-english-goes-to-kampung","tag-frans-seda","tag-gerakan-literasi","tag-literasi-anak","tag-omk-bergerak","tag-pendidikan-berbasis-lokal","tag-pendidikan-daerah-3t","tag-peran-gereja","tag-rm-jegho","tag-roswita-asti-kulla"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1254,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions\/1254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}