{"id":1064,"date":"2026-03-07T09:24:27","date_gmt":"2026-03-07T09:24:27","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/?p=1064"},"modified":"2026-03-09T01:50:16","modified_gmt":"2026-03-09T01:50:16","slug":"salib-syd-iv-tiba-di-waikombak-umat-sambut-penuh-sukacita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/2026\/03\/07\/salib-syd-iv-tiba-di-waikombak-umat-sambut-penuh-sukacita\/","title":{"rendered":"Salib SYD IV Tiba di Waikombak, Umat Sambut Penuh Sukacita"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Waikombak, Gema Kawula<\/strong> \u2013 Ziarah Salib Sumba Youth Day (SYD) IV terus bergerak dari paroki ke paroki sebagai tanda iman sekaligus lambang persaudaraan Orang Muda Katolik di Pulau Sumba. Salib SYD IV diarak dari Paroki St. Gerardus Mayela Kalembuweri menuju Paroki Hati Kudus Yesus Waikombak, pada Kamis, 5 Maret 2026. Perarakan iman ini berlangsung dalam suasana doa dan penuh sukacita. Umat menyambut kedatangan salib dengan antusias sebagai tanda pengharapan bersama menuju perhelatan Sumba Youth Day IV.<\/p>\n<p>Rombongan umat dari Paroki Kalembuweri dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Rm. Edy Sabatudung,Pr. Sepanjang perjalanan, salib yang menjadi simbol iman dan pengharapan kaum muda katolik itu diiringi doa serta semangat persaudaraan umat.<\/p>\n<p>Di Paroki Hati Kudus Yesus Waikombak, Pastor Paroki Rm. Beni L. Gali, Pr., bersama umat telah menanti dengan penuh harapan. Sejak sore hari, umat mulai berkumpul di sekitar jalan masuk menuju paroki untuk menyambut kedatangan salib SYD IV. Antusiasme umat terlihat jelas. Mulai dari anak-anak SEKAMI, kelompok Taruk, Orang Muda Katolik (OMK), hingga umat dewasa turut ambil bagian dalam penyambutan tersebut.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1066\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-12.57.08-768x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"928\" \/>Upacara perjumpaan dilangsungkan di gapura jalan masuk menuju Paroki Waikombak. Di tempat ini, rombongan pengantar salib dari Paroki Kalembuweri disambut secara adat oleh umat Paroki Waikombak. Prosesi penerimaan diwarnai dengan pengalungan kain adat Sumba serta tarian tradisional, yang menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan sukacita atas kedatangan Salib SYD IV.<\/p>\n<p>Setelah upacara adat, umat kemudian berarak bersama menuju gereja sambil mengiringi salib dengan doa dan nyanyian. Perarakan iman ini menjadi gambaran nyata persatuan umat dalam mempersiapkan diri menyongsong perhelatan Sumba Youth Day.<\/p>\n<p>Perayaan kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Moderator OMK Waikombak, Rm. Pije Talo, Pr, didampingi oleh empat imam konselebran.<\/p>\n<p>Dalam homilinya, Rm. Pije mengangkat kisah Injil tentang Lazarus dan orang kaya. Ia menegaskan bahwa perbedaan antara Lazarus dan si kaya bukan semata-mata soal status sosial, melainkan sikap hati.<\/p>\n<p>\u201cSi kaya hidup dalam kemewahan, sementara Lazarus hidup dalam kemiskinan. Namun yang paling mencolok adalah bahwa si kaya menutup pintu hatinya. Tidak ada makanan yang tersisa, tidak ada kemurahan hati bagi Lazarus yang terbaring di depan pintu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1070 size-large\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-1024x600.png\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-1024x600.png 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-300x176.png 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-768x450.png 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-717x420.png 717w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-150x88.png 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-696x408.png 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819-1068x626.png 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ChatGPT-Image-8-Mar-2026-17.42.58-e1772963063819.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Romo Pije juga menyoroti bahwa dalam kisah Injil tersebut, Lazarus disebutkan namanya, sedangkan orang kaya tidak.<\/p>\n<p>\u201cMemiliki nama berarti tercatat dalam buku kehidupan. Lazarus berarti \u2018Tuhan yang menolong\u2019. Melalui Lazarus, sebenarnya Tuhan ingin menolong si kaya agar ia juga memiliki nama dalam kitab kehidupan. Tetapi si kaya tidak membiarkan dirinya ditolong, karena ia menutup pintu hatinya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kisah ini tetap relevan hingga zaman sekarang. Karena itu, umat beriman, terutama kaum muda, diajak untuk belajar membuka diri terhadap sesama.<\/p>\n<p>\u201cKita diajak untuk tidak menutup pintu hati, tidak menutup tangan kita, dan tidak menutup pintu rumah atau belas kasih kita bagi sesama yang membutuhkan,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Setelah Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak paroki dan komisi kepemudaan sebagai ungkapan syukur atas perjumpaan iman tersebut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1067\" src=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-1024x682.jpeg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-300x200.jpeg 300w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-768x512.jpeg 768w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-630x420.jpeg 630w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-150x100.jpeg 150w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-696x464.jpeg 696w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-06-at-13.53.11.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/>Sebagai penutup, seluruh umat yang hadir berkumpul dalam suasana persaudaraan sambil menikmati snack bersama. Setelah itu, umat kembali ke tempat masing-masing, sementara kelompok Taruk dan OMK bersama-sama membereskan perlengkapan yang telah digunakan selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<p>Ziarah Salib SYD IV ini tidak hanya menjadi sebuah perarakan simbolis, tetapi juga menjadi tanda persatuan, iman, dan semangat pelayanan kaum muda Katolik Sumba dalam mempersiapkan diri menuju perayaan Sumba Youth Day IV.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Waikombak, Gema Kawula \u2013 Ziarah Salib Sumba Youth Day (SYD) IV terus bergerak dari paroki ke paroki sebagai tanda iman sekaligus lambang persaudaraan Orang Muda Katolik di Pulau Sumba. Salib SYD IV diarak dari Paroki St. Gerardus Mayela Kalembuweri menuju Paroki Hati Kudus Yesus Waikombak, pada Kamis, 5 Maret 2026. Perarakan iman ini berlangsung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[148,244,297,296],"class_list":{"0":"post-1064","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kepemudaan","8":"tag-orang-muda-katolik","9":"tag-orang-muda-sumba","10":"tag-salib-syd","11":"tag-ziarah-salib"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1064"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1091,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1064\/revisions\/1091"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanweetebula.org\/gema\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}